Kasus Perbekel Celukan Bawang Di-Peties-kan?

Foto Balieditor.com-frs: Kasi INtel Kejari Buleleng, Nur Eka Firdaus

BALIEDITOR.COM – Publik Bulelneg, Bali, kini sedang menunggu nyali Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng soal kasus dugaan tindak pidana korupsi di Desa Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak, dengan tersangka Perbekel Muhammad Ashari.

Ironisnya, Ashari sudah diberi status tersangka dan sudah pernah dipanggil ke Kantor Kejari Buleleng di Jalan Dewi Sartika Selatan, Singaraja, namun dilepas lagi. Dan ini kasus Ashari seolah didiamkan olej penyidika Kejari Singaraja dan bebas berkeliasan di luar seperti kebal hukum.

Apakah kasus dugaan tindak pidana korupsi itu di-peties-kan? Berikut komentar dari Kejari Buleleng. Kasi Intel Kejari Buleleng Nur Eka Firdaus menyatakan bahwa kasus tersebut masih terus didalami dan dikembangan. “Kalau untuk kasus Celukan Bawang, kami dari Kejaksaan Negeri Buleleng tetap melakukan penyelidikan. Dan sekarang masih berjalan, bukan dihentikan. Tetapi masih berjalan sebagaimana mestinya,” bantah Firdaus saat dikonfirmasi g Balieditor.com usai menerima warga korban pungli Prona di Sepang, Kamis (14/3/2019) siang.

Menjawab pertanyaan Balieditor.com, kenapa Ashari sudah tersangka kok tidak ditahan, Firdauas berdalih bahwa itu merupakan kewenangan penyidik. “Yang jelas kasus itu masih berjalan, tidak dihentikan. Masalah penahanan itu adalah kewenangan penyidik,” ujarnya.

Firdaus pun menyatakan bahwa hingga kini tersangka Ashari juga belum mengembalikan uang yang diduga dikorupsi olehnya.

Pejabat yang selalu serius itu juga menyatakan bahwa molornya penanganan kasus Ashari ini tidak ada kaitan dengan pelaksanaan pesta demokrasi (Pileg dan Pilpres). Ia juga menegaskan bahwa tidak ada instruksi dari Jaksa Agung untuk calling down penanganan kasus besar sebelum Pilpres selesai dilaksanakan. “Tidak ada instruksi dari Jaka Agung. Kami tetap bekera sesuai dengan SOP Kejaksaan,” elaknya. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *