Kasus Remi Berdarah: Kapolsek Wiranata Bilang Sedang Tunggu Hasil Pemeriksaan di Polres

Foto Balieditor.com-frs: Kapolsek Wiranata saat memberikan keterangan kepada Balieditor.com

BALIEDITOR.COM – Tragedi “Remi Berdarah” di Gang Elang, Jalan Sam Ratulangi, Banjar Lebong, Lingkungan Pendes (Penarukan Desa) Kelurahan Penarukan, Singaraja, Bali, membuat polisi harus bekerja ekstra.

Ini lantaran kedua kubu sama-sama melapor ke polisi dengan tuduhan yang sama. Selain itu, polisi harus ekstra hati-hati dan harus menunggu hasil penyelidikan di masing-masing pos yang menerima laporan dari kedua kubu.

Kapolsek Kota Singaraja, Kompol AA Wiranata Kusuma, kepada Balieditor.com di ruang kerjanya, Selasa (21/5/2019), menjelaskan bahwa Yoyok melapor ke Polsek Kota Singaraja, Minggu (19/5/2019). “Sedang kita tangani kasus ini,” ujarnya.

Hanya sekarang, kata dia, masih menunggu hasil pemeriksaan terhadap laporan yang disampaikan kubu Dewa Putu Witana di Polres Buleleng. “Karena ini saling lapor dan laporan di dua tempat maka kami masih menunggu hasil pemeriksaan di Polres,” ucap Wiranata.

Kalau hasil pemeriksaan terhadap kedua laporan baik laporan kubu Dewa Witana di Polres Buleleng dan laporan kubu Yoyok di Polsek Kota Singaraja membuktikan bahwa kasus itu merupakan kasus perkelahian bukan penganiayaan maka keduanya akan diproses dan sama-sama menjadi korban dan tersangka.

“Tapi kalau mereka mau berdamai maka kita akan fasilitasi itu. Tetapi kalau sama-sama keras denan pendiriannya maka semua masuk penjara,” tegasnya.

Kapolsek Wiranata mengaku pihaknya juga terus berupaya mengumpulkan informasi dan barang bukti tentang kasus ini. Ini lakukan untuk mengetahui secara pasti apakah itu penganiayaan alias pengeroyokan atau perkelahian.

Karena kubu Yoyok juga membuka fakta lain yang tidak pernah dibuka oleh kubu Dewa Witana yakni adanya penyerbuan kubu Dewa Witana terhadap Yoyok sehingga Yoyok yang terdesak harus membela diri yang berakibat luka pada Dewa Witana.

Menariknya, kendati kubu Yoyok menjadi korban penyerbuan kubu Dewa Witana, tapi justru kubu Yoyok menginisiasi perdamaian. “Kita ingin berdamailah. Saya sudah komunikasi dengan kakak Dewa Wit (sapaan akrab untuk Dewa Putu Witana,” ucap Eko, kakak Yoyok. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *