Kembangkan Budidaya Perikanan Darat dengan System Polikultur

Foto Balieditor.com-cha: Panen perdana uji coba pembesaran ikan Kakap Putih dengan sistem Mina Padi Kolam Dalam di Desa Gunung Salak, Kecamatan Selemadeg Timur Kabupaten Tabanan.

BALIEDITOR.COM – Sejumlah hasil penelitian dan riset yang dilakukan Kementerian Kelautan dan Perikanan Balai Besar Riset Budidaya Laut Dan Penyuluhan Perikanan, (BBRBLPP) Gondol, Desa Penyabangan, Gerokgak, Buleleng, Bali, berhasil membudidayakan perikanan laut di air tawar.

Keberhasilan riset dengan model pengembangan yang dilakukan merupakan inovasi baru dari teknolog budi daya kakap putih yang sebenarnya komoditas air laut, namun terbukti bisa dilakukan di air tawar dengan system polikultur.

Kepala BBRBLPP Gondol, Ir. Bambang Susanto, M.Si,menyampaikan hal itu setelah berhasil melakukan panen perdana uji coba Pembesaran Ikan Kakap Putih Dengan Sistem Mina Padi Kolam Dalam.

“Kami berhasil melakukan panen perdana hasil uji coba Pembesaran Ikan Kakap Putih Dengan Sistem Mina Padi Kolam Dalam di Desa Gunung Salak, Kecamatan Selemadeg Timur Kabupaten Tabanan,”ungkap Ir.Bambang,didampingi Profesor Haryanti dan Peneliti Komoditas Kakap Putih Gusti Ngurah Permana, S.Pi, MP,Minggu (16/6/2019).

Menurut Bambang,pihak Balai bekerjasama dengan Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Mina Tirta Pertiwi yang merupakan binaan dari Penyuluh Perikanan BBRBLPP Gondol yang bertugas di wilayah Kabupaten Tabanan, I Made Budiasa, S.Pi, M.Si.

Kelompok yang beranggotakan 10 orang ini sebelumnya telah melakukan budidaya ikan air tawar sistem mina padi kolam dalam dengan komoditi ikan nila dan pembesaran ikan system kolam deras. ”Benih kakap putih yang digunakan merupakan hasil kegiatan Riset BBRBLPP yang dilakukan oleh para peneliti,” imbuhnya.

Bambang mengatakan,selain di Tabanan,pihaknya tengah mengembangkan jenis teripang laut untuk di budi dayakan di Buleleng yang mempunyai nilai ekonomis sangat tinggi.

Sedang keberhasilan panen uji coba di Tabanan,kata Bambang,telah teruji dan diharapkan dapat diterapkan dan disebar luaskan melalui pendampingan oleh para penyuluh dan bekerjasama dengan stake holder sehingga mampu memberikan manfaat nyata bagi pembangunan masyarakat kelautan dan perikanan.

”Panen yang dilakukan merupakan inovasi baru dari teknolog budi daya kakap putih yang sebenarnya komoditas air laut, namun terbukti bisa dilakukan di air tawar dengan system polikultur dengan padi unggul jenis Ciherang yang mampu dipanen lebih dari satu kali sehingga diharapkan memberikan nilai tambah bagi petani dan pembudidaya,” ungkapnya.

Bahkan,lanjut Bambang, keberhasilan akan berimbas pada peningkatan produktivitas lahan, alternatif komoditi perikanan budidaya, meningkatkan nilai pendapatan pembudidaya, membuka segmen pasar komoditi ikan laut hasil budidaya, inovasi teknologi perikanan budidaya, memasyarakatkan gerakan gemar makan ikan, dan yang terpentinga dalah penerapan teknologi dan inovasi yang telah dikembangkan oleh BBRBLPP Gondol melalui penelitian yang diterapkan oleh masyarakat perikanan. ”Tujuan terakhir inilah yang menjadi tujuan utama dari kegiatan uji coba ini,” katanya.

Uji coba ini mendapatkan hasil yang signifikan pada peningkatan produktifitas padi dan ikan kakap serta dapat dijadikan salah satu alternatif pengembangan usaha perikanan.

”Ikan kakap merupakan komoditi laut yang dapat dibudidayakan di air tawar, sesuai dengan sifat ikan kakap yaitu euryhaline. Yaitu organisme yang mampu beradaptasi pada kisaran salinitas yang luas,”terang Bambang.

Atas keberhasilan itu,kata Bambang,Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tabanan, A.A Ngurah Raka Icwara W, memberikan apresiasi yang tinggi.Ia berharap akan menjadi stimulan dan motivasi bagi kelompok pembudi daya sekaligus membuka peluang alternatif usaha bagi petani dan pembudidaya.

”Ke depan, teknologi ini dapat menjadi salah satu teknologi unggulan yang dapat diterapkan dalam masyarakat serta memotivasi masyarakat untuk dapat mandiri,” tandas Bambang. (cha/frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *