Kena Hipnotis, Mantan Guru Tertipu, Belasan Juta Raib

Foto Balieditor.com-cha: Inilah ATM tempat korban diperdaya

BALIEDITOR.COM – Sungguh malang nasib I Made Parya, 61, warga Banjar Dinas Belong, Desa Petemon, Kecamatan Seririt, Buleleng, Bali. Gara-gara terkena hipnotis, belasan juta uang pensiunan guru ini melayang.

Uniknya korban terpedaya setelah digiring ke anjungan tunai mandiri (ATM) hanya melalui percakapan di handphone. Korban pun melaporkan peristiwa itu ke polisi.

Bagaimana kisahnya? Informasi yang dihimpun Balieditor.com menyebutkan, korban terpedaya sindikat penipu tersebut berawal dari keinginan korban untuk menanyakan perpanjangan kontrak tokonya di Kota Seririt kepada pihak yang sebelumnya menyewa. Korban menghubungi salah seoarang yang dikenalnya pada saat rukonya di kontrak oleh sebuah perusahaan bank.

Orang tersebut mengaku sudah tidak berurusan dengan pihak bank yang menyewa rukonya. Dan disarankan untuk menguhubungi seseorang yang saat ini diberi kepercayaan untuk membicarakan masalah perpanjangan sewa kontrak.

Oleh korban orang tersebut dihubungi dan memberikan kepastian bahwa ruko milik korban akan diperpanjang kontraknya.Tepat, Minggu (22/7/2018) sekitar pukul 21.00 wita, korban dihubungi oleh seseorang yang mengaku bernama Azis.
Dalam percakapan Azis mengaku telah melakukan transfer ke rekening korban dan persilahkan untuk memastikan uang tersebut sudah masuk ke rekening korban melalui ATM.

Sesampai di ATM BNI, korban tidak menemukan ada penambahan saldo direkeningnya sesuai informasi pelaku. Oleh korban, pelaku dihubungi kembali dan pelaku ngotot sudah melakukan transfer. Pelaku meminta korban untuk cek kembali melalui ATM dan tanpa sadar korban memenuhi permintaan pelaku. Anehnya, ATM korban tertelan mesin ATM tapi korban mengaku masih memiliki kartu debit lain yang bisa digunakan untuk melakukan tarnsaksi. Korban tanpa sadar memberikan nomor identitas yang tertera di kartu debit korban.

Lebih lanjut korban dibimbing pelaku untuk melakukan sejumlah langkah memastikan bahwa uang yang telah ditransfer sudah masuk kerekeing korban. Saat itulah korban tanpa sadar mau mengikuti petunjuk pelaku hingga uang korban di teransfer ke rekening pelaku senilai Rp.17.898.123 ke rekening BNI atas nama Slamet Suweji dengan norek 0610543896.

Setelah melakukan transfer korban kemudian tersadar telah ditipu mentah-mentah terlebih nomor HP milik Azis langsung tidak dapat dihubungi.

“Sebelumnya sudah kami peringatkan agar korban tidak melakukan transaksi itu karena kami menduga itu merupakan penipuan. Namun korban ngotot dan mengatakan bahwa transaksi di ATM itu bisnis sewa menyewa ruko milik korban,” ungkap salah seorang anggota security Bank BNI dan anggota Polsek Seririt yang tengah patroli di kawasan ATM BNI di Jalan GajahmadaSeririt.

Sementara Kapolsek Seririt,AKP Dewa Anom saat dikonfirmasi Selasa (24/5/2018) membenarkan peristiwa yang diduga ada unsur hipnotis itu. ”Ya memang korban melapor setelah sadar dia tertipu melalui transaksi ATM Banking,” jelasnya.

Setelah korban melapor pihaknya melakukan lidik dan menemukan pemilik rekening berada didaerah Jawa Tengah.”Nilainya cukup besar sebanyak Rp 17 juta lebih.Kami telah melakukan olah TKP dan melakukan koordinasi dengan pihak bank untuk memastikan adanya transakasi tersebut serta meminta keterangan sejumlah saksi,”tambahnya.

Untuk menghindari peristiwa yang sama, AKP Dewa Anom menghimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dan tidak mudah percaya dengan orang yang belum dikenal.”Kami berharap masyarakat lebih berhati-hati dengan bentuk penipuan semacam cyber criminal seperti ini dan memastikan orang yang diajak berkomunikasi memang betul-betul dikenal,”tandasnya. (cha/frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *