Kepala SDN 1 Poh Bergong Tenggelam di Kolam Alamandaoe Silangjana

 Foto Balieditor.com-ngr: Korban Susrama saat berada di kamar jenazah RSUD Buleleng


Foto Balieditor.com-ngr: Korban Susrama saat berada di kamar jenazah RSUD Buleleng

BALIEDITOR.COM – Lagi-lagi kolam renang Alamandaoe, di Desa Silangjana, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Bali, menelan korban jiwa.

Kali ini, Kepala SDN 1 Poh Bergong, Kecamatan Buleleng, Ketut Susrama, 53, warga Banjar Dinas Sanih, Desa Penglatan, Kecamatan Buleleng, yang menjadi korban keangkeran kolam renang itu.

Susrama tenggelam dan langsung tewas di kolam dewasa dengan kedalaman 1,3 meter, pada Jumat (7/7/2017) sekitar pukul 11.00 wita. Sontak kejadian ini, membuat heboh orang-orang disekitar kolam.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Balieditor.com menyebutkan, korban Susrama Jumat (7/7/2017) siang datang sendirian ke kolam renang tersebut. Bahkan, korban sebelum berenang sempat duduk di bale bengong yang ada di kolam tersebut, sambil memesan makanan. Korban pun sempat makan, makanan yang dipesan.

Baca Juga:  LPD Gerokgakgate: Kredit di LPD Telaga, Ketua LPD Gerokgak Buat Keterangan Palsu

Sejumlah saksi mata menyebtukan bahwa berselang 15 menit usai makan, korban kemudian membuka baju dan celana dan hanya memakai celana dalam langsung menuju ke kolam dewasa yang kedalamannya sekitar 1,3 meter. Namun, tidak lama kemudian, penjaga kolam bernama Kadek Sudika Yadnya, 40, warga desa setempat dan pengunjung kolam, sudah mendapati korban dalam posisi mengambang.

Orang-orang sekitar pun panik dan berusaha melakukan pertolongan pertama pada korban. Seketika, korban pun langsung dilarikan ke RSUD Buleleng untuk mendapatkan penanganan medis. Namun sayang, saat dalam perjalanan korban sudah meninggal dunia.

Baca Juga:  Seru Kasus Tanah Batu Ampar: Tanggapi Pengacara Pemkab Buleleng, Tirtawan Suruh Indria Cs Belajar Lagi Hukum

Seizin Kapolres Buleleng, Kasubbag Humas Polres Buleleng, AKP. Nyoman Suartika, membenarkan kejadian naas itu. Menurutnya, kasusnya masih dalam penyelidikan lebih lanjut. “Penyebab pasti, korban meninggal masih lidik. Kami juga masih mintai keterangan saksi-saksi, termasuk menunggu hasil medis,” ujar Suartika.

Kata dia, polisi masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi. Jenazah korban sudah dibawa ke kamar jenazah RSUD Buleleng untuk dilakukan pengecekan medis, untuk mengetahui penyebab kematian korban, lalu diserahkan ke rumah duka.(ngr/frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *