Ketua FKUB Kabupaten Buleleng Juga Tolak People Power

Foto Ist: Ketua FKUB Buleleng Dewa Nyoman Suardana tolak people power

BALIEDITOR.COM – Ancaman aksi people power yang didengung-dengungkan kubu pendukung Capres 02 Prabowo-Sandi tanggal 22 Mei 2019 mendatang, mendapat resppons negatif dari masyarakat.

Dari Bali, para tokoh agama dan tokoh masyarakat ramai-ramai menyamapai penolakannya terhadap aksi inkonstitusional itu. Kali ini Ketua FKUB Kabupaten Buleleng yang juga selaku Ketua PHDI Kabupaten Buleleng, Dewa Nyoman Suardana yang angkat bicara.

Ketua FKUB Kabupaten Buleleng dan Ketua PHDI Dewa Nyoman Suardana menyampaikan kerukunan dan toleransi antar umat beragama di Kabupaten Buleleng sangat rukun dan saling menghormati. Pada saat Pemilihan Umum 2019 walaupun berbeda pilihan tidak menghilangkan rasa persaudaraan dan kekeluargaan demi utuhnya NKRI.

Kata dia, situasi Buleleng yang sudah kondusif dan aman serta masyarakatnya penuh dengan toleransi beragama jangan lagi diganggu dengan ajakan people power. “Karena sesungguhnya gerakan people power dapat menimbulkan gesekan-gesekan yang dapat terganggunya stabilitas nasional dan dapat merongrong kewibawaan pemerintahan yang ada,” tandas Suardana seperti dilansir Humas Polres Buleleng dan dikutip Balieditor.com.

Ketua FKUB Kabupaten Buleleng ini mengajak seluruh komponen masyarakat untuk menolak ajakan people power dalam negara berdaulat dan berdemokrasi seperti Indonesia yang sudah memiliki mekanisme resmi untuk menyelesaikan semua permasalahan terkait Pemilu.

“Mari kita terus tingkatkan rasa kekeluargaan dan persaudaraan demi utuhnya NKRI dan kita tetap jaga situasi Bali yang aman, santhi lan jagaditha,” tegaa Dewa Nyoman Suardana. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *