Keuangan: LPD Banyualit Bangkit Kembali, Mantan Bupati Bagiada Tabung Rp 30 Juta

Foto-Foto Balieditor.com-ngr: Paruman Krama Desa Pakraman Banyualit

Foto-Foto Balieditor.com-ngr: Paruman Krama Desa Pakraman Banyualit

BALIEDITOR.COM – Didasari rasa jengah, Krama Desa Pakraman Banyualit, Desa Kalibukbuk, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, Bali, sepakat membangun kembali Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa Adat Banyualit.

Pada tahun 2013 lalu LPD tersebut sempat kolaps akibat ulah Ketua LPD Desa Adat Banyualit, Gede Budiasa yang melakukan korupsi hingga Rp9 Miliar.

Momentum Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2017 dijadikan moment untuk membangkitkan kembali LPD Desa Adat Banyualit.

Hal ini terungkap, saat ratusan krama Desa Adat Pakraman Banyualit menggelar paruman di Pura Desa Pakraman Banyualit, Kamis (1/6/2017). Dipilihnya, tanggal Lahirnya Pancasila sekaligus tanggal kelahiran LPD Banyualit ini, untuk membangkitkan semangat krama membangun kembali perekonomian Desa Pakraman Banyualit melalui dibentuknya kembali LPD tersebut.

Usai paruman, Kelian Desa Pakraman Banyualit, Jro Ketut Widarta mengatakan, selama ini perekonomian Desa Pakraman Banyualit seolah mati suri akibat tidak berjalannya LPD. Dengan rasa jengah itu, kata dia, muncul inisiatif dirinya bersama krama untuk membangkitkan kembali keberadaan LPD di Desa Pakraman Banyualit.

“LPD ini harus dibangun kembali, dengan rasa jengah karena LPD merupakan lumbung Desa Pakraman untuk dapat membangun perekonomian Desa Pakraman. Tanpa LPD, saya yakin Desa Pakraman tidak jalan karena banyak kepentingan adat yang memerlukan keberadaan LPD,” kata Widarta.

Menurut Widarta, LPD ini akan mulai beroperasi pada 8 Juni 2017 ini, sembari saat ini masih merekrut tenaga kerja untuk LPD Desa Pakraman Banyualit. Bahkan, keberadaan LPD ini tidak ada hubungan dengan LPD sebelumnya. Meski, LPD sebelumnya masih ada asset yang tercecer. Namun, itu akan terakomodir kembali setelah dana-dana terkumpul.

Baca Juga:  DPR RI: Bunda Tutik Gandeng PT PII Bagi-Bagi Sembako di Kampung Anyar dan Banyuning

“Kami sudah bentuk tim untuk asset sebelumnya. Seluruh asset lama akan diakomodir. Dimana, uang dulu yang mencari kredit akan dikembalikan tanpa bunga. Berdasarkan itu dan semua sudah terkumpul, itu baru yang punya tabungan dan deposito semua akan dikembalikan. Pokoknya semua sudah terakomodir,” jelas Widarta.

Untuk mengantisipasi hal-hal tidak diinginkan terjadi, lanjut dijelaskan Widarta, pihak Desa Pakraman Banyualit dalam waktu dekat ini akan membuat awig-awig yang mengatur tentang LPD Desa Pakraman Banyualit.

“Ini hanya untuk menguatkan saja, maka dibuat awig-awig. Nanti, siapa yang tidak membayar akan kena sanksi awig-awig,” ungkap Widarta.

Kata dia, LPD Desa Pakraman Banyualit ini dimulai nol. Biaya operasional belum ada. Untuk dapat memenuhi operasional LPD ini, maka diperlukan dana segar yang tidak sedikit. Krama pun diminta kesukarelaannya untuk menyisihkan dananya untuk operasional LPD. Itupun belum mampu mencukupi.

Saat situasi sulit itu, munculnya “juru selamat” atau “malaikat penyelamat” bernama DR Putu Bagiada, MM. Mantan Bupati Buleleng yang juga kini menetap di wilayah itu langsung menyetor dana pribadinya sebesar Rp 30 juta dalam bentuk tabungan. Uang sebesar itu disetorkan langsung secara tunai saat paruman tersebut.

“Ini murni niat saya. LPD sekarang ini kan dimulai dari nol, apa harus dibiarkan berjalan dari nol, tanpa dana operasional di awal? Kan tidak. Ya saya harapkan, dengan telah berdirinya LPD ini, maka perekonomian Desa Pakraman Banyualit ini, bisa berjalan dengan baik dan mengakomodir semua keperluan krama,” ujar Bagiada di hadapan ratusan krama.

Baca Juga:  Pejarakan Juara Lomba PKK-KKBPK-Kes Buleleng

Widarta pun mengaku bersyukur dengan bantuan dana segar dari mantan pemimpin Buleleng tersebut. Dengan bantuan itu, ia optimis bahwa LPD ini akan berkembang dengan pesat. “Tanggal 8 Juni, sudah mulai jalan. Saat ini, sudah ada sekitar Rp 55 juta, dari krama sekitar Rp25 juta dan tadi dari pak Bagiada ada Rp 30 juta. Kami optimis, LPD ini akan berjalan dengan cepat berkembang,” ucap Widarta.

Sementara Ketua Lembaga Pemberdayaan (LP) LPD Kabupaten Buleleng, Gede Seniara yang hadir dalam paruman itu mengaku, optimis LPD ini akan berkembang dengan pesat.

“Tadi terbukti sudah ada respon positif dan sepakat dari krama. Bahkan, 500 KK krama ini seluruhnya diberikan tabungan, tapi kan tergantung mereka mau mengisi atau tidak. Saya harapkan, LPD ini bisa hidup,” kata Seniara.

Seniara pun berjanji, pihaknya akan memperjuangkan pengajuan dana untuk LPD Desa Pakraman Banyualit sebesar Rp 50 juta ke Provinsi Bali. “Nah, kami dari pembina berjanji akan ajukan dana Rp 50 juta untuk LPD ini, setelah mulai berjalan dan prospek bagus, agar LPD ini mampu berkembang lagi,” pungkas Seniara. (ngr/frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *