Kisah Tercecer Pelantikan Anggota Dewan: Perbekel Ngambul

Foto Ist” Ketut Suka, Perbekel Kalibukbuk

BALIEDITOR.COM – Pelantikan anggota DRRD Buleleng, Bali, perioda 2019-2024 diwarnai aksi ‘ngambul’ sejumlah undangan dari kalangan kepala desa/perbekel.

Hal itu dipicu oleh anggapan kehadiran perbekel dalam acara itu terkesan disepelakan dengan menempatkan undangan perbekel se-Buleleng di halaman depan pojok barat gedung DPRD dan bukan didalam ruang utama pelantikan. Sebagai pejabat lingkup paling bawah para perbekel beranggapan di anak tirikan oleh panitia pelaksana pelantikan.

Kendati ditempatkan di bawah tenda beratap kain merah putih dan di iringi alunan musik serta TV monitor untuk memantau jalannya pelantikan, namun para perbekel tetap mengeluh pasalnya karena tidak diijinkan masuk kedalam gedung megah oleh panitia.Ujungnya,sebagian dari mereka memilih kembali ke kantor desanya masing-masing.

Ketua Forkomdeslu Buleleng, Ketut Suka yang juga Kepala Desa Kalibubuk,Buleleng,saat dikonfirmasi membenarkan kekecewaan para perbekel tersebut. Suka mengatakan,panitia sebelumnya tidak menyampaikan kepada para perbekel bahwa mereka ditempatkan di halaman depan gedung dewan.

“Teman-teman perbekel memang mengeluh karena merasa tidak dihargai datang ke gedung dewan menyaksikan anggota dewan dilantik dan malah disuruh panitia untuk berada di halaman bawah tenda.Alasannya tidak ada penyampaian awal apalagi alasannya tidak jelas. Tujuan mereka datang adalah untuk menyaksikan dengan dasar undangan,”ucap Suka,Kamis (15/8/2019).

Bahkan,kata Suka,para perbekel ada yang nyeletuk,anggota dewan tidak punya massa yang punya massa itu para perbekel. ”Kalau dahulu kita sebagai pejabat paling bawah dihargai dan mendapat tempat yang layak namun kali ini tidak lagi. Para perbekel merasa di lecehkan,” keluhnya.

Sementara Kabag Humas DPRD Buleleng Made Supartawan saat dikonfirmasi mengatakan, apa yang terjadi kepada aparat perbekel hanya miskomunikasi. Dan setelah mendapat penjelasan persoalan dapat diclearkan. ”Awalnya memang ada miskomunikasi masalah tempat dan setelah dijelaskan para perbekel bisa mengerti dan melanjutkan mengikuti proses pelantikan sesuai agenda,” tandas Supartawan. (cha/frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *