Kisruh Celukan Bawang: Masyarakat Terus Unjuk Rasa, “Turunkan Kepala Desa Arogan”

Foto-Foto Balieditor.com-ggh: Sejumlah warga membentangkan spanduk yang meminta Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana memberhentikan Muhammad Ashari sebagai Perbekel di Kantor Perbekel Celukan Bawang, Kamis (3/11/2016).

Foto-Foto Balieditor.com-ggh: Sejumlah warga membentangkan spanduk yang meminta Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana memberhentikan Muhammad Ashari sebagai Perbekel di Kantor Perbekel Celukan Bawang, Kamis (3/11/2016).

BALIEDITOR.COM – Kisruh di pemerintahan Desa Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali, terus berlangsung.

Kamis (3/11/2016) Puluhan masyarakat mendatangi Kantor Perbekel (Kepala Desa) Celukan Bawang. Tujuan mereka hanya satu yakni menurunkan Perbekel Muhammad Ashari dari kursi Perbekel Desa Celukan Bawang.

Massa mendesak Perbekel Muhammad Ashari mundur dari jabatannya. Mereka membawa spanduk di antaranya bertuliskan ‘Turunkan Kepala Desa Arogan’, ‘Bupati Buleleng Tolong Perhatikan Aspirasi Kami’.

Selain itu, ada pula Camat Gerokgak Putu Ariadi, Ketua Badan Permsyawaratan Desa (BPD) Celukan Bawang Agus Adnan, dan sejumlah tokoh-tokoh masyarakat Desa Celukan Bawang. Kehadiran mereka untuk memfasilitasi masyarakat menyampaikan aspirasi kepada Ashari.

Namun keinginan masyarakat untuk berdialog dengan perbekelnya tidak terpenuhi karena Ashari enggan keluar dari ruangannnya. Setelah disepakati, hanya camat, ketua BPD dan beberapa perwakilan masyarakat saja yang bisa bertemu Ashari. Mereka kemudian menyodorkan surat pengunduran diri dari jabatan untuk ditandatangani Ashari, tetapi permintaan itu ditolak.

“Kami bersama tokoh masyarakat, tokoh agama , tokoh pemuda sudah meminta baik-baik untuk beliau menandatangani berita acara pengunduran diri tapi beliau tidak mau,” ujar Agus Adnan.

Menurut dia, masyarakat dengan difasilitasi BPD akan membuat surat permohonan pemecatan Ashari sebagai perbekel kepada Bupati Buleleng. Putu Agus Suradnyana. Mereka juga akan menembuskannya ke Kementerian Dalam Negeri agar segera ditindaklanjuti. Rencananya surat ini akan dilayangkan Senin (8/11/2016) mendatang.

“Dia (Ashari) memilih opsi jalur hukum, kita akan respon dan sekarang akan mengumpulkan bukti-bukti. Kami sudah ada bukti-buktinya untuk disampaikan ke pak bupati dan kita tembuskan ke Mendagri,” tantangnya.

Muhammad Sadli, salah satua warga setempat membongkar dosa-dosa Perbekel Ashari. Kata Sadli, ada 11 dosa (pelanggaran) perbekel yang dicatat masyarakat. Pelanggaran yang paling tampak adalah indikasi pungutan liar (pungli) Rp 30 juta untuk pengurusan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) vila di Dusun Brombong. Selain itu juga pemberhentian Putu Riyang sebagai Kaur Pemerintahan desa secara sepihak.

Sementara itu, Ashari membantah jika dirinya akan melakukan pungli Rp 30 juta kepada pemilik vila di Dusun Brombong. Ia meminta masyarakat untuk membuktikannya atas tuduhan tersebut.

“Tidak ada itu, sekarang silahkan warga tunjukkan bukti kalau saya melakukan pungli, ada tidak, termasuk bukti-bukti pelanggaran saya yang lainnya, silahkan nanti kalau mau dilaporkan,” tantang Ashari.

Ia menilai aksi masyarakat ini hanya dilakukan sekelompok orang yang ingin menggantikan jabatannya sebagai perbekel. Ia mengklaim masih disukai masyarakat luas Celukan Bawang.

“Itu kan bisa saja orang-orang yang ingin ganti saya jadi perbekel. Sekarang coba hitung berapa orang yang demo dengan masyarakat yang memilih saya jadi perbekel dulu, itu hanya segelintir saja yang tidak suka saya,” ujarnya. (ggh)

foto-demo-celukan-bawangfoto-demo-celukan-bawang-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *