Kodok Ngaku Bunuh Serli Karena Cemburu

Foto Balieditor.com-ngr: Kodok tertunduk lesu di bawah pengawalan polisi

BALIEDITOR.COM – Akhirnya terungkap motif dibalik aksi pemnbunuhan sadis terhadap mahasiswi semester IV Jurusan Fisika Fakultas MIPA Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja, Ni Made Serli Mahardika, 20, oleh pacarnya Kadek Indra Jaya alias Kodok, 20.

Kodok mengaku nekat menghabisi nyawa kekasihnya karena dibakar api cemburu.

Sebenarnya antara pelaku Kodok dengan korban Serli, sudah menjalin hubungan sejak tahun 2013 lalu. Hubungan kasih mereka pun sempat mengalami putus nyambung, hingga akhirnya mereka kembali menjalin hubungan sejak 7 bulan terakhir ini sebelum korban Serli ditemukan tewas membusuk di kamar kost di jalan Wijaya Kusuma, Kelurahan Banyuasri, pada Kamis (11/4/2019) siang.

Kodok nekat menghabisi nyawa kekasihnya karena tersulut emosi akibat cemburu karena menganggap kekasihnya dekat dengan pria lain.

“Keadaan emosi, setiap berantem pasti saling pukul, ya gara-gara hal sepele. Awalnya, dia pagi ke kampus sampai sore, terus baru duduk belum makan, dia mau ke kampus lagi. Ada chat diajakin buat tugas bareng cowok, saya cemburu terus cekcok, emosi saya gak terkontrol,” kata Kodok, Jumat (12/4/2019) siang saar diperlihatkan kepada wartawan di Mapolres Buleleng.

Kapolsek Kota Singaraja, Kompol AA Wiranata Kusuma mengatakan, masih mendalami motif aksi yang dilakukan oleh residivis yang badannua penuh tatoo itu, kendati kendati pelaku mengaku aksi nekat itu dilakukan karena cemburu.

Bahkan sebelum korban tewas, pelaku ternyata sempat membekap wajah korban menggunakan bantal. Bukan itu saja, korban sempat memukul bagian leher korban termasuk mencekik leher korban.

Aksi tersebut dilakukan pelaku selama kurang lebih 1 jam, sekitar dari pukul 18.00 wita hingga pukul 19.00 wita.

“Setelah dipastikan korban meninggal, pelaku kemudian memposisikan korban seperti orang tidur. Kemudian pelaku meninggalkan kost korban, dengan mengunci pintu kamar,” jelas Kapolsek Wiranata, di Mapolres Buleleng.

Usai melancarkan aksinya, pelaku yang sehari-hari bekerja serabutan langsung melarikan diri menuju ke Tabanan. Setelah korban ditemukan tewas pada Kamis (11/4/2019), pelaku Kodok kemudian dipancing menuju ke Singaraja hingga akhirnya dibekuk polisi. “Dari keterangan beberapa saksi disekitar kost, pelaku memang sering berada di kost korban,” ucap Kapolsek Wiranata.

Barang bukti yang diamankan polisi adalah 1 buah bantal, 1 lembar seprai, 1 potong selimut, 1 buah bantal leher, baju kaos berkerah dan celana pendek, 1 buah anak kunci kamar kost, 1 unit handphone, 1 unit handphone milik korban, dan 1 unit laptop.

“Sudah ada 8 orang saksi kami mintai keterangan. Dan motif kasus ini, masih dikembangkan. Untuk penyebab kematian korban, kami juga masih menunggu hasil otopsi dari Rumah Sakit Sanglah,” pungkas Kapolsek Wiranata.

Kodok dijerat dengan pasal 337 KUHP dan atau pasal 351 ayat (3) KUHP, dengan ancaman hukuman pidana paling lama 15 tahun penjara. (ngr/frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *