Kompolnas Nilai Kinerja Kapolres Buleleng Buruk

Foto Balieditor.com-frs: Anton dan Su Liong (kiri) gelat jumpa pers

BALIEDITOR.COM – Kapolres Buleleng, Bali, AKBP Suratno, SIK, baru menemukan lawan yang setimpal.

Selama bertugas di Buleleng belum pernah dilawan masyarakat sehingga Kapolres merasa nyaman, namun ketika ia melakukan komunikasi kurang bersahabat malah bernuansa menantang tokoh vocal Buleleng, Tjhie Su Lion, akhirnya Suratno harus berhadapan dengan Kapolri dan Kompolnas.

Ini lantaran Su Liong yang juga aktivis LSM Gema Nusantara (GENUS) dan mantan angota DPRD Buleleng dari FPDIP periode 1999-2004, dibekap para aktivis LSM, langsung melapor Kapolres Suratno ke Kapolda Bali, Kapolri, dan Kompolnas.

Laporan itu dilayangkan LSM Gema Nusantara pimpinan Antonius Sanjaya Kiabeni, tertanggal 20 Agustsus 2019. Menariknya, Kompolnas pun langsung menyikapi laporan tersebut.

Hasil kajian Komplnas terhadap laporan LSM Gema Nusantara menyebutkan bahwa kinerja Kapolres Buleleng AKBP Suratno, SIK, buruk.

Menariknya, Kompolnas mendorong LSM Gema Nusantara bersama korban Su Liong untuk melaporkan Kapolres Buleleng Suratno ke Bidang Propam Polda Bali selaku pengawas internal Polda Bali.

“Berkaitan dengan pelayanan buruk oleh AKBP Suratno, SIK, selaku Kapolres Buleleng, disampaikan kepada saudara agar melaporkan hal tersebut terlebih dahulu ke Bid Propam Polda Bali selaku pengawas internal Polda Bali berdasarakn fakta-fakta dan bukti-bukti yang saudara miliki,” tulis Kompolnas dalam suratnya kepada LSM Gema Nusantara yang ditandatangani Drs Yotje Mende, M.Hum.

Dikabarkan bahwa Kompolnas juga telah menyurati Kapolda Bali untuk melakukan klarifikasi dan segera ditindaklanjuti dalam waktu dekat.

Sementara Ketua Badan Eksekutif LSM Gema Nusantara Antonius Sanjaya Kiabeni dalam acara jumpa pers mendesak Kapolda Bali jangan hanya berani menangkap preman sipil tetapi juga harus berani menindak tegas preman berdasi di tubuh Polda Bali.

“Kami minta Kapolda tidak hanya berani terhadap preman, tetapi juga berani menindak oknum anggota di Polri atau preman berdasi,” desak Anton.

Bagaimana tanggapan Polres Buleleng? Kasubbag Humas Polres Buleleng Iptu Gede Sumarajaya, SH, dikonfirmasi Balieditor.com belum memberikan komentar.

Ia beralasan Polres Buleleng belum menerima pengaduan. “Kita belum terima aduan ini,” ujar Sumarjaya singkat.(frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *