Kondisi Memburuk, Bayi Wijaya Putra Dikirim ke RSUP Sanglah

Foto Balieditor.com-cha: Kondisi memburuk bayi naas ini dirujuk ke RSUP Sanglah Denpasar

BALIEDITOR.COM – Tragis benar nasib bayi malang, Gede Fendi Pratama Wijaya Putra, asal Banjar Dinas Purwa,Desa Pengastulan, Kecamatan Seririt, Buleleng, Bali. Pasca seharu diberitakan belum mendapat tindakan medis,kondisi kesehatannya terus mengalami penurunan.

Dikabarkan,suhu tubuhnya meningkat tajam mengalami demam yang cukup tinggi. Untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk, bayi terlahir dengan tumbuh benjolan pada leher dan pipinya langsung dirujuk ke rumah sakit. Di RS Pratama Tangguwisia, Seririt, bayi putra pasangan muda Komang Yobi Suarjaya, 21, dan Tati Umiyati, 21, dirawat di UGD.

Kondisi kesehatannya diperiksa dan diobservasi dengan cukup berhati-hati oleh dokter yang menanganinya. Hasil diagnosa awal menyebutkan bahwa kondisi bayi dengan kelainan kelenjar getah bening itu terus melemah akibat tumor yang dideritanya mulai menyebar ke organ tubuhnya yang lain. Karenanya, bayi yang lahir dengan bobot 3,6 kg itu harus mendapat perawatan intensif.

“Informasinya, bayi secepatnya dirujuk ke RSUP Sanglah mengingat kondisinya semakin memburuk.Dan pagi tadi (kemarin,red) sudah berangkat ke Denpasar bersama orang tuanya,”j elas Ketua Karang Taruna Desa Pengastulan, Putu Widyasmita, Rabu (14/5/2019).

Widyasmita menjelaskan bahwadari RS Pratama Tangguwisia, memang ada rujukan untuk secepatnya dibawa ke RSUP Sanglah setelah dokter yang menanganinya menemukan adanya kondisi menurun pada tubuh bayi. ”Hasil obeservasi dokter di rumah sakit memang menyarankan agar segera diambil tindakan operasi.Dan saat ini masih menunggu keputusan dari dokter spesialis bedah.Kami berharap kondisi bayi bisa segera membaik,” jelasnya.

Seperti diberitakan Balieditor.com kemarin, pasutri miskin, Komang Yobi Suarjaya-Tati Umiyati melahirkan seorang bayi dengan kondisi kelainan kelenjar getah bening hingga bengkak pada leher dan pipi bagian kiri. Kelainan itu terlihat saat dilakukan ultrasonografi (USG) pada usia kehamilan 5 bulan. Oleh bidan yang merawat kehamilan Tati, diberi catatan dalam buku kontrol kehamilan terkait kondisi bayi tersebut. Dari penjelasan medis, buah hatinya mengalami kelainan sejak dalam kandungan akibat terinfeksi bakteri, sehingga berimbas pada perkembangan bayi. Sejak itulah ia membawa istrinya ke RSUP Sanglah Denpasar untuk dilakukan operasi cesar.

Benar saja, ketika anaknya lahir,terlihat ada benjolan cukup besar pada bagian pipi kiri.Namun,karena faktor kemiskinan keduanya tidak mampu melanjutkan pengobatan medis di rumah sakit.Bahkan yang ironis,keduanya belum mengantongi Kartu Keluarga (KK) yang menjadi syarat dasar untuk mengurus administrasi kependudukan.Akibatnya, mereka tidak memiliki jaminan kesehatan dalam bentuk apapun termasuk BPJS maupun KIS. (cha/frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *