Kondisi Nasional Megaburan, Tirtawan Tawarkan Lima Kebijakan Revolusi Indonesia

Foto Dok Balieditor.com: Nyoman Tirttawan tawarkan Lima Kebijakan Revolusi Indonesia

BALIEDITOR.COM – Mencermati kondisi nasional yang kian tak menentu alias megaburan, membuat mantan anggota DPRD Bali periode 2014-2019 dari Parta NasDem, Nyoman Tirtawan, prihatin.

Vokalis Renon (lokasi Kantor DPRD Bali di Denpasar, red) yang berhasil menyelamatkan uang rakyat Bali sebesar Rp 98 miliar yang digelembung KPU Bali pada Pilgub Bali 2018 itu menawarkan sejumlah solusi penyelamatan bangsa.

Ia menawarkan lima kebijakan revolusi Indonesia kepada Presiden dan Wapres terpilih Joko Widdodo alias (Jokowi) dan Ma’ruf Amin. Menurut Tirtawan, bila lima konsep yang dinamai lima kebijakan revolusi Indonesia tersebut mampu direalisasikan pada kabinet kerja jilid II Joko Widodo-Maruf Amin maka niscaya bangsa ini kembali ke posisi kuat di Asia Tetanggara baik secara ekonomi, fiskal maupun pertahanan-kemananan.

Berikut lima kebijakan tersebut yang menurut Nyoman sangat perlu direvolusi untuk kepentingan bangsa Indonesia.

Pertama: Revolisi Pendidikan

Fondasi Bangsa sangat menentukan sebuah kualitas konstruksi masa depan bangsa. Selama ini ada hal yang sangat esensial terlupakan dalam kurikulum pendidikan yaitu pembentukan karakter peserta didik secara kongkrit. Dari dulu peserta didik fokus untuk menghafal teori tanpa dilakukan upaya pembentukan karakter.

Anak SD sampai SLTA hafal dengan teori jika membuang sampah harus pada tempatnya (tidak sembarangan). Namun kenyataan termasuk orang tua pun buang sampah sembarangan. Faktanya lingkungan kita jorok dan mengancam ekosistem termasuk ancaman yang sangat serius di era persaingan global.

Maka dari itu Negara harus memasukan masalah lingkungan sudah harus dimasukan dalam kurikulum pendidikan nasional untuk semua tingkatan atau jenjang pendidikan dari TK (Taman Kanak-Kanak) sampai SLTA. “Kita ketahui bersama bahwa lingkungan disekitar pada umumnya jorok, kotor dan sangat memperihatinkan. Hal pertama perlu kita ketahui dan sampaikan kepada seluruh generasi bangsa bahwa semua Negara maju,kaya dan makmur memiliki lingkungan Bersih,” papapr Tirtawan.

Ia menuturkan, “Bersih itu sehat dan jika kita sehat maka dapat bekerja/produktif. Bersih itu indah,dengan keindahan yang negara miliki mampu meningkatkan Dunia Pariwisata ( Devisa negara meningkat). Sebaliknya jika lingkungan jorok, berimplikasi pada buruknya kesehatan. Jika sakit,yang kaya bisa jatuh miskin dan yang miskin cepat mati. “

Akhirnya Bangsa lemah, bodoh dan bisa dijajah lagi. Cara pemerintah untuk
brainwash (cuci otak ) peserta didik dengan metoda komparasi seperti di bawah ini.

1. Sajikan potret/gambar/video negara maju dengan contoh Sungai yang airnya bersih, ikan sehat-sehat dan pinggiran Sungai tamannya asri/Indah >< Sajikan potret/gambar/video negara miskin dengan Sungainya yang jorok, ikan pada mati serta pinggiran Sungai yang tamannya jelek. Terus kasih pilihan apakah mereka mau pilih Sungai Bersih apa Sungai kotor? Kita yakin mereka pilih yang Bersih. 2. Sajikan statistik bahwa orang yang tinggal di daerah Bersih hidupnya sehat dan panjang umur >< orang yang tinggal di daerah jorok cenderung sakit-sakitan dan pendek umur/cepat mati. Kita yakin apa pilihan kita dan generasi kita. 3. Statistik bahwa orang yg hidup dengan lingkungan Bersih tingkat produktifitasnya tinggi, income/pendapatannya besar dan tentu sejahtera >< orang yang hidup dilingkungan jorok tingkat produktifitasnya rendah dan tentu hidup miskin. Setelah itu kita bisa pancing semua peserta didik dan ajak untuk membersihkan Lingkungan secara berkelanjutan (tiap hari sabtu sekitar 50 juta siswa Indonesia bersih-bersih). Dengan LINGKUNGAN dimasukan dalam kurikulum pendidikan nasional menjadi mata pelajaran di Indonesia banyak benefit Negara bisa peroleh sebagai berikut: 1. Indonesia Bersih hampir tanpa biaya ( kira-kira 50 jutaan anak bangsa partisipasi) Jika di gaji Rp. 10.000 per siswa x 4 x 12 x 50.000.000 = 24 triliun. Tapi kita tidak perlu biaya tersebut karena bagian dari kurikulum. 2. Indonesia membentuk karakter Generasi Bangsa secara langsung yang memiliki kebiasaan peduli Lingkungan sejak usia dini. 3. Negara Bersih otomatis meningkatkan kesehatan masyarakat, masyarakat sehat bangsa kuat dan produktif serta bisa hidup sejahtera. Kedua: Revolusi Pertanian Tahun 2018 Indonesia mengimpor 2,5 juta ton beras. Statistik lahan Kebun Sawit sekitar 14 juta hektar dan secara ekonomis memang jauh lebih menguntungkan ketimbang tanam padi. Namun satu hal yang perlu dicatat oleh Pemerintah jika terjadi GAGAL PANEN padi di negara produsen, Indonesia pasti GUNCANG! Nilai stabilitas Bangsa jauh lebih mahal ketimbang keuntungan materi sesaat. Negara harus memiliki stabilitas pangan sebagai hal yang paling fundamental, ganti 1 juta hektar kebun Sawit dengan padi sehingga Bangsa Indonesia mampu berswasembada pangan sebelum menuju ke arah pembangunan berikutnya. “Bahkan dengan mengganti 1 juta hektar Sawit dengan padi, kita mampu expor 2,5 juta sampai 5 juta ton beras per tahun. Ingat stabilitas…..stabilitas…..stabilitas,” urai Tirtawan lagi. Ketiga: Revolusi Pariwisata Luas Malaysia 330.803 km2 dan Indonesia 1.905.000 km2. Justru kunjungan wisatawan Malaysia 24 juta dan Indonesia secara rasio luas wilayah seharusnya Indonesia memiliki kunjungan wisatawan minimal 125 juta. Mengingat resourses, flora dan fauna serta kultur dan eksotiknya Indonesia jauh lebih bagus ketimbang Malaysia. Bahkan satu-satunya binatang purba KOMODO hanya ada di Indonesia yang tercatat sebagai SEVENTH WONDER WORLD. Indonesia mampu mendapat DEVISA Rp. 1.760.000 (spend) x 7 (length of stay) x 1.25.000.000 = Rp. 1.504.000.000.000. Apa yang harus Negara lakukan? Keempat: Revolusi Fiskal Semua Negara maju suku bunga BANK sangat kecil (sangat mensupport tumbuhnya WIRA USAHAWAN). Bahkan di Jerman kredit Mobil/Kendaraan 0,99%. Uang adalah penggerak ekonomi, usaha, industry, pertanian dan lain-lain. Tapi bukan untuk menghambat pertumbuhan hal-hal yang tersebut di atas. Dengan suku bunga Bank yang tinggi dan mencekik sektor WIRA USAHA maka angka pengangguran otomatis tidak dapat dikendalikan (pengangguran tinggi) oleh negara. Output-nya Negara Deproduktif! JIka Bunga Bank mampu mendorong pertumbuhan WIRA USAHAWAN dengan kebijakan fiskal yang “DIREVISI /KOREKSI maka akan terdoronglah tumbuhnya banyak lapangan pekerjaan. Mana kala semua orang kerja/produktif, negara akan mendapatkan beberapa jenis pajak seperti PPH, pajak jual beli, PPN dan jenis pajak lainnya. Kelima: Revolusi Energy Hampir semua Pembangkit Listrik di Indonesia menggunakan batubara dan minyak fosil. Di samping sangat polusi, harga bahan bakar tersebut sangat mahal dan sangat membebani APBN. Dubai dan sekitarnya menggunakan Tenaga Surya, Skotlandia-Irlandia dengan panas bumi, Belanda dengan kincir angin. Indonesia memiliki panas bumi unlimited (ring of fire) gas bumi, Matahari, angin, air dan lain-lain. Sumber Energi yang gratis, ramah Lingkungan!!!! Jika semua Pembangkit Listrik di Indonesia menggunakan Energy Gratis dan Ramah Lingkungan, berapa ratus triliun APBN bisa diefesienkan? Dan betapa sehatnya udara dan Lingkungan Indonesia? Bagi yang biasa menyuplai semua Pembangkit Listrik dengan batubara dan minyak, negara bisa bantu mereka untuk ekspor ke negara yang tidak memiliki batubara dan minyak. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *