KONI Buleleng Dorong Pembentukan Perda Keolahragaan di Bali

Foto Balieditor.com-frs: Ketua koni Buleleng memberikan  keterangan pers

Foto Balieditor.com-frs: Ketua koni Buleleng memberikan keterangan pers

BALIEDITOR.COM – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Buleleng, mendorong pembentukan Peraturan Daerah (Perda) Keolahragaan Provinsi Bali.

Perda itu merupakan supaya untuk memberikan dukungan terhadap pengembangan olahraga di Bali, termasuk pemerataan pengembangan olahraga di Kabupatan/Kota se-Bali.

Pembentukan dan pemberlakukan Perda tentang Penyelenggaraan Keolahragaan, sangat diperlukan Kabupaten/Kota di Bali. Dengan tujuan, untuk pemerataan sarana dan prasarana termasuk juga peningkatan prestasi dan kesejahteraan altlet maupun pelatih. Untuk itu, KONI Kabupaten Buleleng memberikan dukungan terhadap pembentukan dan pemberlakukan Perda Keolahragaan di Provinsi Bali.

Ketua Umum KONI Kabupaten Buleleng, Nyoman Artha Widnyana mengatakan, saat ini pembinaan dan pengembangan olahraga membutuhkan regulasi yang jelas dalam bentuk sebuah Perda. Sehingga, setiap adanya kegiatan olahraga memiliki payung hukum.

“Ini agar pengembangan dan pembinaan yang dilakukan bisa optimal,” kata Artha Widnyana, Kamis (8/2/2018) di Sekretariat KONI Buleleng di Kompleks Bhuwana Patra Sport Center Singaraja.

Artha mencontohkan, ada sebuah Perda di Provinsi Kalimantan Selatan No. 10 tahun 2014 tentang penyelenggaraan keolahragaan.

Dalam perda itu, pada pasal 46 ayat 2 disebutkan, bahwa rangka penyediaan dana pemerintah daerah mengalokasikan anggaran penyelenggaraan keolahragaan dalam ABPB paling Sedikit besarnya sama dengan 2 persen dari belanja langsung anggaran pendapatan dan belanja daerah.

“Berani tidak seperti itu sekarang demi olahraga di Bali? Bayangkan, jika APBD Bali kita itu sekitar Rp 6,5 triliun, 2 persen untuk olahraga, itu sekitar Rp130 Miliar per tahun, bukannya bakal merata pengembangan olahraga di Bali? Misalnya, 50 persen itu sarana dan pra sarana, 50 persen untuk pengembangan kan enak sekali olahraga di Bali bisa berkembang. Ada wilayah lain yang dalam perda, itu disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah,” jelas Artha Widnyana.

Saat ini untuk Buleleng, anggaran untuk olahraga dibawah naungan KONI setiap tahun meningkat. Di tahun 2018, KONI Buleleng kecipratan anggaran sebesar Rp 9,5 Miliar. Disinggung terkait dengan motivasi KONI Buleleng mendorong pembentukan Perda itu, mengingat anggaran untuk olahraga di Buleleng dari APBD Buleleng setiap tahun meningkat, Artha menyebut, ini berpikir untuk PON yakni, pembinaan pengembangan olahraga di tingkat lebih tinggi.

Selain itu menurut Artha, dalam perda itu bukan hanya dana melainkan juga menyangkut beberapa aspek. “Jadi, kami tidak ingin olahraga berkembang hanya di Kabupaten/Kota banyak duit. Tapi, usulan perda ini tidak hanya soal dana, tapi banyak aspek, sarana dan prasarana dan lain sebagainya. Kami ingin Buleleng dapat kontribusi. Kenapa? Karena di Buleleng pembinaan terus tapi sarana dan prasaran kurang, ini fakta. Tapi kalau ada perda, pembangunan sarana dan prasarana olahraga merata,” ungkap Artha Widnyana.

Sehingga, menurut dia, jika ada regulasi maka akan ada pemerataan sarana dan prasarana olahraga di Bali. “Ini termasuk upaya pendanaan dalam pengembangan olahraga, disamping nantinya perhatian terhadap atlet dan pelatih,” ujar Artha Widnyana.

Untuk langkah awal dalam mendorong terwujudnya Perda Olahraga tersebut, KONI Buleleng secara intensif akan melakukan koordinasi dengan KONI Provinsi Bali termasuk juga dengan KONI-KONI Kabupaten/Kota lainnya di Bali.

“Ini agar dalam pembahasan yang dilakukan, nantinya ada persamaan dan cara pandang untuk mengusulkan ke legeslatif, termasuk nantinya melibatkan para atlet dan pelatih,” pungkas Artha Widnyana. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *