Korupsi: Bank Buleleng 45 Dijebol Karyawatinya, Uang Nasabah Rp 635 Juta Raib

Foto Humas Polres Buleleng for Balieditor.com: Tersangka Ayu sedang dimintai keterangan tambahan di ruang Unit III Tipikor

BALIEDITOR.COM – PD BPR Bank Buleleng 45 jebol. Kali ini Kantor Kas Seririt BPR Bank Buleleng 45 yang dijebol maling. Sayang, malingnya adalah karyawatinya sendiri di bagian Customer Service (CS) bernama Putu Ayu Aryandari.

Akibat ulah Ayu itu, uang nasabah sebesar Rp 635.349.980 di bank milik Pemkab Buleleng, Bali, itu, raib.

Ternyata kasus dugaan tindak pidana korupsi penyelewengan dana nasabah di Kantor Kas Seririt PD BPR Bank Buleleng 45, sudah diproses Unit Tipikor Satreskrim Polres Buleleng. Bahkan berkasnya sudah P-21 dan menunggu hasil koordinasi dengan JPU Kejari Buleleng untuk dilakukan pelimpahan tahap kedua ke Kejari Buleleng.

Baca Juga:  Korupsi: Penanganan Jalan di Tempat, AP2B Pertanyakan Dugaan Penyelewengan Dana Gerbang Sadu

Berkas dinyatakan lengkap pasca hasil audit dari tim Perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Bali.

Kapolres Buleleng AKBP Suratno didampingi Kasatreskrim AKP Mikael Hutabarat dan Kasubbag Humas Polres Buleleng Iptu Gede Sumarjaya, menggelar jumpa pers di halaman depan Mapolres Buleleng di Jalan Pramuka No 1 Singaraja.

Suratno membeberkan bahwa kasus dugaan korupsi yang mencuat pada November 2017 lalu, sudah dinyatakan P-21, berdasarkan surat No. B-1465/P.1.11/Fd.2/7/2018, tertanggal 16 Juli 2018. “Berkas dinyatakan sudah lengkap setelah kami memenuhi petunjuk jaksa,” ungkap Suratno, Rabu (5/9/2018) pagi.

Kemudian Suratno pun membeberkan modus yang dilakukan tersangka Ayu dalam menjebol bank “plat merah” milik Pemkab Buleleng itu. Sejak dipercaya sebagai CS di Kantor Kas Seririt PD BPR Bank Buleleng 45, tersangka diduga menggelapkan sejumlah setoran uang tabungan nasabah.

Baca Juga:  Korupsi: Perbekel Suteja Diisolasi di Sel Mapenaling Lapas Kelas IIB Singaraja

Bukan itu saja, ungkap Suratno, tersangka juga menarik uang tabungan nasabah tanpa sepengetahuan nasabah, termasuk mencairkan deposito namun uang tak diberikan kepada nasabah. Aksi itu juga dilakukan tersangka pada pinjaman, dimana uang setoran pinjaman 3 nasabah tidak disetorkan oleh tersangka. Sehingga, total kerugian mencapai Rp 635 juta lebih.

“Mengingat, Bank Buleleng adalah perusahaan milik pemerintah dan penyertaan modal sebesar Rp15 miliar dari pemerintah, maka tersangka kami nilai melakukan korupsi. Sudah ada 17 orang saksi kami mintai keterangan termasuk bukti-bukti sudah semua kami amankan,” jelas Suratno.

“Prosesnya tinggal pelimpahan tersangka dan barang bukti. Dan tersangka yang juga mantan CS di Bank Buleleng 45 sudah kami tahan,” tegas Suratno. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *