Korupsi Celukan Bawang: Ronde Pertama, Ashari Lolos dari Penahanan

Foto Balieditor.com-frs” Senyum “kemenangan” Ashari yang lolos dari penahanan ronde pertama pemeriksaan sebagai tersangka

BALIEDITOR.COM – Setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng, Selasa (22/1/2019) Perbekel Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali, Muhammad Ashari diperiksa oleh tim penyidik Kejari Buleleng.

Namun hari ini, dewi fortuna masih berpihak pada Ashari karena di ronde pertama pemeriksaan ini, Ashari masih bisa tersenyum karena lolos dari aksi penahanan Kejari Buleleng.

Ashari yang tiba di Kantor Kejari Buleleng di Jalan Dewi Sartika Selatan Singaraja pukul 10.00 wita itu langsung menuju ruang Kasipidsus Kejari Buleleng, Wayan Genip di lantai dua. Kemudian pengacaranya bernama I Putu Arta pun tiba beberapa saat kemudian.

Pemeriksaan terhadap Ashari pun dimulai sekitar pukul 11.00 wita di ruang Kasipidsus di lantai dua Kantor Kejari Buleleng. Pemeriksaan sempat diskorsing karena Ashari diberikan kesempatan istirahat dan makan siang sekitar pukul 12.00 wita.

Menariknya, saat istirahat itu tersangka Ashari justru makan bersama dengan pelapor LSM Gema Nusantara (GENUS) di kantin Kejari yang berada di sebelah barat bagian sudut utara. Saat itu bukan hanya Antonius Sanjaya Kiabeni alias Anton dari LSM GENUS saja, tetapi tersangka Ashari dan pengacaranya juga berbau dengan puluhan wartawan yang meliptu pemeriksaan Ashari itu. Bahkan Anton dari LSM GENUS, sang pelapor, malah bersuafoto (selfie) dengan Ashari.

“Saya memang pelapornya kasus Ashari ke Kejari namun persahabatan tidak boleh putus karena kasus ini,” seloroh Anton. “Makanya saya ajak Ashari selfie,” ujar Anton lagi sambil tertawa.

Sekitar pukul 13.07 wita pemeriksaan kembali dimulai. Di luar ruang pemeriksaan terjadi kasak-kusuk tentang rencana penahanan Ashari. Ada informasi bahwa Ashari akan ditahan usai pemeriksaan sekitar pukul 15.00 wita.

Informasi ini membuat seluruh wartawan yang meliput kasus ini tidak beranjak dari lokasi itu. Ada wartawan yang awasi di ruang pemeriksaan, ada wartawan yang menunggu di ruang tunggu, dan sebagian besar wartawan menunggu di lobi depan Kantor Kejari Singaraja.

Setiap gerak-gerik staf Kejari selalu diawasi oleh wartawan. Bukan hanya itu, mobil yang masuk ke halaman Kantor Kejari Buleleng pun tidak lepas dari pengawasan wartawan.

Tepat pukul 15.02 wita, Ashari bersama pengacaranya I Putu Arta keluar dari ruang pemeriksaan dan turun ke lantai satu melewati ruang tunggu. Wartawan pun serentak memburu Ashari, namun Ashari tidak mau berkomentar. Ia mempersilahkan wartawan menanyakan kepada pengacaranya. Sambil berjalan menuju mobilnya yang berada di luar areal Kantor Kejari Buleleng, I Putu Arta tidak terlalu banyak berbicara.

“Satu tersangka, tidak lebih tidak kurang dari itu. Terkait dengan yang pak bilang tadi, setelah ada cross check dan lain sebagainya, ada limit lagi sedikit, ya,” ujar Arta sambil meninggalkan wartawan.

Sementara Kasipidsus Kejari Buleleng Wayan Genip pun masih “pelit” berkomentar dengan dalih tidak ada Kajari. “Masih akan dimintai lagi keterangan. Kita tunggu perkembangannya,” ujar Genip.

Dengan demikian, di ronde pertama ini skor sementara Ashari unggul 1-0 atas kejaksaan karena lolos dari penahanan. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *