Korupsi: Gelapkan Dana, Ketua Poktan Usada Karya Winaka Resmi Tersangka

Foto Ist: Tersangka korupsi Nyoman Winaka (oranye) saat diperlihatkan kepada wartawan

BALIEDITOR.COM – Gara-gara menggelapkan dana prgtam Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE) Tahun 2015, I Nyoman Winaka, 48, Ketua Kelompok Tani dan Ternak (Poktan) Usada Karya, Depaha, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, Bali, langsung ditetapkan sebagai tersangka, Selasa (10/9/2019).

Penetapan status tersangka oleh penyidik Unit IV Tipikor Polres Buleleng ditindaklanjuti dengan penyerahan tahap II kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Buleleng.

Penyerahan tahap II itu dilakukan karena sudah P-21. ”Dengan lengkapnya berita acara pemeriksaan (BAP) atau P-21, berkas perkara dan tersangka kasus korupsi dana program KKPE Tahun 2015, hari ini kita limpahkan kepada JPU Kejari Buleleng,” tandas Kasatreskrim Polres Buleleng, AKP Viky Tri Haryanto, Selasa (10/9/2019) siang dalam keterangan persnya.

Kasatreskrim Viky didampingi Kasubbaghumas IPTU I Gede Sumarjaya dan Kanit IV Tipikor Satreskrim Polres Buleleng, Ida Bagus Permana memaparkan, dugaan terjadinya tindak pidana korupsi dana KKPE Tahun 2015 ini terungkap saat salah satu anggota Poktan Usada Karya yang beralamat di Banjar Dinas Bingin Desa Depeha Kecamatan Kubutambahan kesulitan mengambil setifikat tanah yang dipakai anggunan kredit KKPE.

”Dari hasil penyidikan terungkap sertifikat yang dianggunkan tidak bisa diambil karena kredit KKPE yang dicicil melalui kelompok tani ternak, belum dibayarkan ke BPD oleh tersangka,” ungkapnya.

Perbuatan tersangka, tidak menyetorkan subsidi pemerintah berupa bunga KKPE kepada BPD selaku pelaksana mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 122,526 juta lebih.

Akibat perbuatannya, tersangka yang diduga menyalahgunakan bantuan pemerintah berupa KKPE Tahun 2015 sebesar Rp 621,995 juta lebih dari total bantuan sebasar Rp 809,600 juta dan subsidi bunga sebesar KKPE sebesar Rp 122,526 juta lebih yang diterima Poktan Usada Karya, dijerat dengan pasal 2, pasal 3, pasal 18 UU RI No 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi.

”Kerugian negaranya Rp 122,526 juta lebih, sesuai hasil audit BPKP Perwakilan Provinsi Bali,” tandas Kasatreskrim Viky.

Selain berita acara pemeriksaan perkara yang dinyatakan sudah lengkap, penyidik Tipikor Satreskrim Polres Buleleng juga menyerahkan tersangka Winaka yang mengakui menggunakan dana bantuan KKPE Tahun 2015 untuk usaha jual beli mangga kepada JPU Kejari Buleleng. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *