Korupsi: Ketua Kelompok Tani Ternak Usada Karya Gelapkan Uang Anggota

Foto Balieditor.com-frs: KBO Satreskrim Polres Buleleng Dewa Putu Sudiasa memberikan keterangan pers

BALIEDITOR.COM – Kasus korupsi kembali terungkap di Buleleng. Kali ini kabar buruk itu datang dari Kelompok Tani Ternak (KTT) Usada Karya beralamat di Banjar Dinas Bingin Banjah, Desa Depaha, Kecamatan Kubutambahan.

Adalah Ketua KTT Usada Karya, I Nyoman Winaka, yang melakukan tindakan tidak terpuji itu. Winaka diduga kuat telah menggelapkan uang milik 23 anggotanya hingga mencapai ratusan juta rupiah.

Kasus itu tersiar setelah Satreskrim Polres Buleleng menggelar jumpa pers di press room Mapolres Buleleng, Jalan Pramuka No 1 Singaraja, Selasa (3/9/2019) siang. Menurut KBO Satreskrim Polres Buleleng Iptu Dewa Putu Sudiasa didampingi Kasubbaghumas Iptu Gede Sumarjaya, SH, adanya dugaan penyimpangan penggunaan Subsidi Bunga Atas Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE) melalui Bank BPD Bali cabang Singaraja sebagai Bank Pelaksana.

Subsidi itu diberikan kepada KTT Usada Karya yang ada di Banjar Dinas Bingin Banjah Desa Depaha Kecamatan Kubutambahan, tercium unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satuan Reserse Kriminal Polres Buleleng. “Terciumnya dugaan tindak pidana yang terjadi berawal dari salah satu anggota kelompok tani yang sudah membayar kredit tidak dapat mengambil anggunannya,” papar Sudiasa.

Dipaparkan, berdasarkan informasi yang dihimpun unit Tipikor Polres Buleleng dari beberapa keterangan saksi-saksi dan terkumpulnya beberapa dokumen yang ada kaitannya dengan penggunaan subsidi bunga atas kredit KKPE, maka dilakukan ekspose dengan BPKP Provinsi Bali.

Hasil ekspose disebutkan bahwa telah ditemukan adanya dugaan tindak pidana sehingga kasus tersebut dilakukan penyidikan dan pemberkasan. ”Berkas perkaranya sudah dilimpahkan kepada Jaksa Penuntut Umum oleh pihak penyidik,” paparnya.

Sudiasa menuturkan, awal mula terungkapnya dugaan tindak pidana atas permohonan KKPE yang diajukan KTT Usada Karya kepada Bank BPD sekitar bulan Maret 2015. Bulan April 2015 kredit dicairkan sebesar Rp 809.600.000. Dan atas kredit tersebut pemerintah memberikan subsidi sebesar Rp 122.526.860 melalui Kementrian Keuangan Republik Indonesia.

Penggunaan dana kredit yang ditetima kelompok tani yang seharusnya diterima oleh anggota kelompok masing-masing mendapatkan Rp 35.200.000, peruntukannya tidak sesuai dengan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) dan diberikan bervariatif oleh ketua kelompok serta langsung dipotong dengan alasan untuk bunga sebesar 24 % pertahun dan biaya administrasi 2,5 %.

“Sehingga sisa dana yang diberikan kepada anggota kelompok sebesar Rp 621.995.740, dipergunakan Ketua Kelompok I Nyoman Wijana untuk kepentingan sendiri usaha jual beli manga,” paparnya.

Jangka waktu pembayaran kredit yang diberikan kepada kelompok tani dan ternak selama 2 tahun yang seharusnya dalam bulan April 2017 kredit sudah dilunasi. Akibat adanya kerugian Negara sehingga ketua KTT Usada Karya I Nyoman Winaka dijerat dengan pasal 2, pasal 3, pasal 18 UU RI Nomor 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *