Korupsi: Testimoni Korban Mafia Pengurus LPD Gerokgak

Foto Balieditor.com-frs: Pekak Gede Mangku (kiri) bersama Anton dari LSM Gema Nusantara Buleleng saat memberikan testimoni kepada Balieditor.com

BALIEDITOR – Ulah pengurus LPD Gerokgak tidak hanya merugikan nasabah tetapi juga warga non-nasabah.

Salah satunya adalah Gede Mangku, 67, warga Banjar Dinas Gerokgak, Desa Gerokgak, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali.

Bagaimana kisahnya? Saat jam istirahat di sela-sela pemerikaan kasus dugaan tindak pidana korupsi di LPD Gerokgak, oleh Tim Tipikor Kejati Bali dan Tim BPKP, di kantin Kejari Buleleng, Jalan Dewi Sartika Selatan Singaraja, Kamis (22/8/2019), Gede Mangku memberikan testimoni tentang banyaknya persoalan dalam kasus LPD Gerokgak.

Pekak alias kakek yang sehari-hari berprofesi petani itu menceritakan bahwa saat kondisi keuangan LPD Gerokgak goyah tiga tahun lalu, Ketua LPD Gerokgak saat itu Putu Mangku Giri meminjam sertifikat (SHM) tanah seluas 1, 19 Ha miliknya.

Kenapa kakek mau kasih? “Karena dia menantu saya. Makanya saya kasih sertifikat tanah saya,” jawab kakek Gede Mangku polos.

Diceritakan, seritifikat miliknya itu dipinjam Ketua LPD Gerokgak yang juga menantunya itu untuk menjadi jaminan kredit uang di Bank BPD Bali Cabang Seririt sebesar Rp 100 juta. “Uang itu dipakai untuk mengembalikan uang nasabah,” ceritanya dalam bahasa Bali kental.

Pada peminjaman pertama, kisah Gede Mangku, cicilan ke Bank BPD Bali Cabang Seririt lancer sehingga sertifikat itu sempat dikembalikan kepadanya.

Nah, setelah kepimpinan LPD Gerokgak berganti dari tangan Putu Mangku Giri ke tangan Komang Agus Putra Jaya, ternyata sertifikat milik Gede Mangku kembali dipinjam Ketua LPD Gerokgak yang baru Komang Agus Putra Jaya. Ternyata kali ini Agus memakai seritifikat milik pekak Gede Mangku untuk menjadi jaminan kredit uang di Bank BPD Bali Cabang Seririt sebesar Rp 250 juta. “Katanya untuk jadi modal LPD,” paparnya.

Setelah Agus lengser dari posisi Ketua LPD Gerokgak, posisi sertifikat SHM milik Gede Mangku ternyata tetap di Bank BPD Bali Cabang Seririt, dan oleh Ketua LPD Gerokgak pengganti Agus, melanjutkan kredit di Bank BPD Bali Cabang Serirt dengan jaminan sertifikat milik pekak Gede Mangku, sebesar Rp 250 juta.

Sayang, kali ini pembayaran cicilan tersendat-sendat bahkan tidak pernah dibayar oleh Ketua LPD Gerokgak yang baru itu. Nah, untuk menyelamatkan sertifikatnya itu, setiap bulan Gede Mangku yang terpaksa membayar cicilan ke Bank BPD Bali Cabang Seririt.

Ternyata cicilan perbulan itu juga tidak sedikit. Gede Mangku mengaku setiap bulan ia harus membayar cicilan sebesar Rp 4 juta hingga 8 juta. “Tergandung berapa uang saya punya. Kadang Rp 4 juta, kadang 5 juta , kalau punya uang bisa Rp 8 juta saya bayar,” jelas Gede Mangku.

Pada kesempatan testimoni itu, pekak Gede Mangku berharap pihak peminjam SHM miliknya harus mempertanggungjawabkan perbuatan dan segera mengembalikan SHMnya yang di-sekolah-kan di Bank BPD Bali Cabang Seririt. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *