Kumat Lagi, Residivis Dibekuk Polisi

Foto Balieditor.com-ngr: Pencuri dibekuk polisi

Foto Balieditor.com-ngr: Pencuri dibekuk polisi

BALIEDITOR.COM – Usai sudah pertualangan Kadek Darmawan alias Kembar, 42, warga Banjar Dinas Pasek, Desa Tajun, Kecamatan kubutambahan, Buleleng, Bali.

Maling kelas kakap yang cukup lihai itu dibekuk Unit Reskrim Polsek Sukasada karena ketahuan mencuri di Desa Panji.
Uniknya, pria yang ngekost di wilayah Desa Sambangan ini dibekuk berkat jebakan yang dibuat warga Desa Panji. Pelaku yang juga residivis ini kini mendekam di balik jeruji besi atas perbuatannya.

Informasi menyebut, adanya laporan pencurian di rumah Made Jingga, 54, warga Banjar Dinas Dauh Pura, Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Sabtu (10/2’1018) sekitar pukul 09.15 wita.

Dari informasi, korban Jingga saat itu menjemput anaknya di sekolah. Saat balik ke rumah, korban melihat rumah sudah dalam kondisi pintu kamar tercongkel dan semua isi lemari acak-acakan.

Saat diperiksa ternyata barang-barang seperti, 1 tutup bokor, 1 handphone, 1 buah kalung rantai emas seberat 4 gram, 1 buah liontin emas seberat 2,5 gram, sepasang sumpel emas seberat 2 gram, dan 1 sumpel seberat 0,5 gram, 2 buah cincin emas dengan berat masing-masing 1,5 gram dan 2,5 gram, dan 8 bungkus rokok, raib disikat maling.

Total kerugian akibat kasus pencurian ini mencapai sekitar Rp16 juta. Korban Jingga melapor ke Mapolsek Sukasada. Polisi yang menerima laporan, langsung mengepung untuk menangkap pelaku, yang diduga masih bersembunyi di sekitar lokasi kejadian. Saat proses pengepungan, anggota polisi sempat kesulitan menangkap pelaku.

Bersyukur berkat bantuan warga, polisi akhirnya mengantongi ciri-ciri pelaku yang diketahui membawa tas ransel hitam. Bersama warga, polisi kemudian menutup beberapa akses di kawasan Desa Panji. Merasa terkepung, pelaku keluar dari persembunyian dan berusaha kabur dengan menyetop salah seorang warga yang ternyata adalah Kelian Banjar Babakan, Desa Panji, Ketut Sudiksha.

Sudiksha yang saat itu akan menuju ke rumah warganya yang juga mengalami pencurian, langsung distop pelaku yang meminta mengantarkannya pulang. Sudiksha sempat menolak. Ditengah jalan ia melihat ada kerumunan polisi, dan langsung bertanya. Mendengar ada kasus pencurian dengan ciri-ciri yang menyerupai orang sempat menyetop dirinya, Sudiksha curiga dan kembali mencari pelaku.

Setelah menemukan pelaku, Sudiksha menawarkan diri sebagai ojek untuk pelaku. Saat dalam perjalanan, tiba-tiba pelaku meloncat dari motor setelah melihat ada polisi. Pelaku pun berlari ke areal persawahan yang ada di Banjar Dinas Babakan. Warga bersama polisi langsung mengejar pelaku dan berhasil membekuknya.

“Awalnya warga saya bernama Sutrismo, kemalingan. Saya mau ke rumah warga saya dan ketemu pelaku ini di jalan, katanya mau cari ojek, saya tolak. Setelah dengar dari warga, saya curiga, balik cari pelaku dan saya menawarkan ojek. Saat saya bonceng dan hentikan di depan rumah Sutrimo, dia malah loncat. Dikejarlah oleh warga sampai ditangkap dan diserahkan ke polisi,” ujar Sudiksha.

Dari hasil pemeriksaan polisi dilokasi  kejadian, pelaku selain mencuri di rumah Jingga juga terbukti mencuri di rumah Sutrimo. Tas ransel yang dibawa pelaku saat dibongkar, ditemukan barang-barang yang merupakan hasil aksi kejahatan pelaku dikediaman Sutrismo dan Jingga. Pelaku digiring ke Mapolsek Sukasada untuk menjalani pemeriksaan.

Kapolsek Sukasada, Kompol. Gede Juli mengatakan, pelaku saat ini sudah diamankan dan masih menjalani pemeriksaan.

“Pelaku diduga masuk dengan meloncat pagar, mengambil bokor yang ditaruh di lemari di depan kamar tidur. Pelaku juga mencongkel pintu kamar tidur korban, dan berhasil mengambil emas milik korban yang ditaruh di dalam lemari kamar tidur,” kata Kompol Juli, Minggu (11/2/2018).

Pelaku kini terancam dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman pidana 7 tahun penjara. (ngr/frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *