Lagi 2 Penunggak PHR di Buleleng Dipasangi Stiker Pelanggar Pajak

Foto Ist: Petugas BKD Buleleng pasang stiker langgar pajak di dua restoran di Pemuteran

BALIEDITOR.COM – Ternyata banyak sekali para pelaku pariwisata di Kabupaten Buleleng, Bali, bermasalah dalam membayar pajak hotel dan restoran (PHR).

Setelah Hotel Sunari dan Hotel Melka di Lovina ditempeli stiker dan diberikan surat peringatan kedua (PS2) karena menunggak pembayaran pajak, Selasa (25/6/2019) Badan Keuangan Daerah (BKD) Buleleng kembali menempeli stiker terhadap dua objek pajak di Desa Pemuteran, yang menunggak pajak hotel dan restoran (PHR).

Dua objek pajak nakal itu adalah Villa Puri Ganesha dan Joe Bar Pemuteran.

Villa Puri Ganesha di jalan raya Pemuteran-Kaliasem, belum membayar pajaknya sejak tahun 2015. Bahkan, sudah pernah diberikan surat teguran pertama. Namun dalam kurun waktu 7 hari pasca teguran pertama itu, pihak manajemen villa masih belum bersedia melunasi pajak yang belum terbayarkan.

Total pajak yang ditunggak oleh Villa Puri Ganesha mencapai Rp 127.023.258, termasuk denda.

Sedangkan Joe Bar Pemuteran, yang belum membayar pajaknya dan sudah pernah diberikan surat teguran pertama. Total tunggakan pajak Joe Bar Pemuteran mencapai Rp 53.750.602.

Mengingat hingga SP2 dilayangkan, dua objek pajak itu belum bersedia melunasi tunggakan pajaknya, maka BKD Buleleng menempel stiker pelanggaran pajak terhadap dua objek tersebut.

Kabid Pelayanan dan Penagihan Pajak BKD Buleleng, Gede Sasnita Ariawan mengatakan, pemasangan stiker pelanggaran pajak ini dilakukan, karena dua objek pajak itu tidak ada keinginan pemilik atau pengelola untuk melunasi pajak yang belum terbayarkan.

“Sudah pernah kami berikan surat teguran pertama, namun belum diindahkan dan sekarang diberikan surat teguran ke dua disertakan penempelan stiker,” ungkap Sasnita Ariawan.

Menurut Sasnita Ariawan, tindakan ini dilakukan sesuai dengan Perbup No. 18 tahun 2018. Dan ini sebagai efek jera agar mereka segera melunasi pajak tersebut.

Dijelaskan Sasnita Ariawan, proses peringatan dengan memasang stiker bagi penunggak pajak dilakukan secara bertahap dan tentunya melalui upaya pendekatan dengan waktu yang telah ditentukan.

“Pemasangan stiker ini tidak serta merta dipasang, tapi bertahap. Jika teguran pertama tidak diindahkan oleh wajib pajak, kami susul dengan yang kedua dan memasang stiker serta kami juga memberikan apresiasi terhadap wajib pajak yang taat membayar pajak dengan penghargaan setiap tahunnya,” pungkas Sasnita Ariawan.

Perincian pajak yang tidak dibayar Villa Puri Ganesha sejak tahun 2015 meliputi restaurant Rp 7.280.400,00 (denda); air tanah Rp 119.361.550,00 (pokok) dan denda Rp 381. 308,00. Jadi jumlah Rp 119.742.858,00
Total Rp 127.023.258,00

Sementara Joe Bar Pemuteran, rincian tunggakannya adalah restaurant Rp. 53.750.602,82 dan denda Rp 8.934.252 87. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *