Lakalantas: “Adu Jangkrik”, Komang Widiada Tewas di Tempat

Foto Balieditor.com-ngr: Korban tewas Komang Widiada sedang dievakuasi polisi

Foto Balieditor.com-ngr: Korban tewas Komang Widiada sedang dievakuasi polisi

BALIEDITOR.COM – Sungguh tragis! Betapa tidak? Akibta terlibat dalam Kecelakaan lalulintas (lakalantas) Komang Widiada langsung tewas di tempat.

Widiada yang warga Kelurahan Kampung Baru, Singaraja, Bali, yang mengemudikan motor DK 3007 VU itu terlibat dalam lakalantas “adu jangkrik” dengan semua mobil pick DK 9605 VF yang dikemudikan Gede Puja Astawa, asal Banjar Dinas Gunung Sekar, Desa Selat, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Bali.

Kejadian maut itu terjadi di Jalan WR Supartman KM 5,000 tepatnya di Kelurahan Penarukan, Singaraja, Bali, Minggu (3/12/2017) dini hari sekitar pukul 01.30 wita.

Bagaimana kisahnya? Informasi yang dikumpulkan Balieditor.com menyebutkan, kala itu korban tewas Komang Widiada membonceng Putu Candra Sasmita, 26, warga Kelurahan Kampung Baru, datang dari arah timur menuju barat. Saat itu cuaca sedang tidak bersahabat, karena turun hujan lebat.

Saat mendekati lokasi kejadian, pengendara motor hendak menyalip kendaraan yang tidak diketahui identitas berada di depannya. Saat bersamaan, dari arah berlawanan muncul mobil pick-up DK 9605 VF dikemudikan Gede Puja Astawa. Karena sama-sama tidak mampu mengendalika laju kendaraannya, maka terjadi tabrakan maut “adu jangkrik”.

Kerasnya benturan, korban Widiada langsung terpental hingga beberapa meter dari titik lokasi tabrak. Sedangkan, yang diboncen terkapar di tengah jalan. Warga yang melihat kejadian ini, langsung mengevakuasi. Akibat kecelakaan itu, Widiada mengalami luka di bagian wajah, patah kaki dan meninggal dunia di TKP. Sedangkan, Putu Candra Sasmita mengalami patah tulang kaki kiri, luka robek pelipis, dan masih dirawat di RSUD Buleleng. Serta pengemudi mobil, dalam kondisi luka ringan.

“Tabrakan adu jangkrik antara mobil Suzuki pick up DK 9605 VF dengan motor Yamaha Mio DK 3007 VU, terjadi Minggu dini hari tadi. Akibat kecelakaan itu, pengendara motor mengalami luka serius dan meninggal dunia di TKP. Dan yang dibonceng mengalami luka serius masih dirawat di RSUD Buleleng. Serta pengemudi mobil dalam kondisi sehat, hanya luka ringan,” kata KBO Satlantas Polres Buleleng, Iptu. Dewa Made Ardana, Minggu (3/12/2017) siang.

Seizin Kapolres Buleleng, Iptu. Dewa Ardana menegaskan, kecelakaan maut ini terjadi karena kurang hati-hatinya pengendara motor DK 3007 VU lantaran tidak memperhatikan situasi arus lalu lintas yang ada di depanya. “Motor terlalu mengambil haluan kanan, sehingga menyebabkan terjadinya laka lantas,” pungkas Iptu. Dewa Ardana. (ngr/frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *