Lapangan Bungkulan-Gate: Kusuma Ardana Ngaku Tanah Warisan

Foto Ist: BPN meminta penjelasan dari Kusuma Ardana

BALIEDITOR.COM – Ada pernyataan menarik dari Perbekel Non-aktif Bungkulan, Kecamatan Sawan, Buleleng, Bali, Ketut Kusuma Ardana.

Di hadapan pejabat BPN Kabupaten Buleleng,Senin (5/8/2019) Ardana yang adalah adik kandung anggota FPFIP DPRD Bali, Gede Kusuma Putra itu mengaku lahan yang disertifikatkan itu adalah warisan orangtua yang diperoleh dari hasil jual beli.

”Lahan itu merupakan warisan yang dibeli oleh orangtua saat menjabat sebagai kepala desa Bungkulan. Tanah itu dibeli dari warga masyarakat, kuitansinya ada dan saya sertifikatkan untuk menjaga warisan orangtua,” tegasnya.

Ardana menandaskan bahwa untuk menjaga warisan orangtua, ia mengaku siap menggeber bukti-bukti kepemilikan lahan tersebut.

Diungkapkan Ardana bahwa SHM No. 126 dan No. 127 Desa Bungkulan di mohonkan pada pelaksanaan Proyek Nasional Pertanahan (Prona) Tahun 2013.

Baca Juga:  Lapangan Bungkulan-Gate: Warga Bungkulan Nglurug Dewan, Adukan Perbekel Kusuma Ardana

Kehadiran Ardana di BPN karena ia diundang BPN sebagai pemegang sertipikat hak milik (SHM) No. 126 dan No. 127 Desa Bungkulan yang terbit diatas dua fasilitas umum (fasum) tersebut.

”Kita meminta penjelasan dari yang bersangkutan terkait kepemilikan lahan dan proses pensertipikatan,” tandas Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPN Buleleng Made Sudarma, Senin (5/8/2019) dikonfirmasi usai pertemuan diruang kerjanya.

Pengumpulan informasi dan data dari para pihak ini, kata Sudarma, dilakukan untuk dapat mengungkap status dari lahan yang dipersoalkan oleh warga masyarakat di Desa Bungkulan Kecamatan Sawan.

”Dari penjelasan pak Kusuma Ardana, lahan tersebut merupakan warisan orang tuanya, dari hasil jual beli. Untuk melengkapi keterangan tersebut, kami minta agar ditunjukkan kwitansi jual beli dan bukti-bukti pendukung lainnya,” jelas mantan KaBPN Buleleng ini meyakinkan.

Baca Juga:  PRONA 2017: Suyartha, “Jangan Kasih Sesuatu kepada Staf Saya di Lapangan”

Setelah meminta informasi dari pemegang SHM No. 126 dan No. 127 Desa Bungkulan, BPN akan mengundang Biro Asset Pemprov Bali.

Keterangan atau informasi dari Biro Asset Pemprov Bali dibutuhkan untuk mengetahui status lahan yang saat ini dimanfaatkan untuk Puskesmas Pembantu Desa Bungkulan Kecamatan Sawan.

”Kita akan minta informasi dari Biro Asset Pemprov Bali terkait status lahan yang selama ini dimanfaatkan untuk Puskesmas Pembantu Desa Bungkulan,” jelasnya.

Upaya mediasi dilakukan melalui penggalian data informasi dari pihak terkait dan bila tidak menghasilkan permufakatan, maka pihak BPN mengisyaratkan para pihak menempuh jalur hukum untuk penyelesaian persoalan tersebut. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *