Lapangan Bungkulan-gate: LSM GARDA TIPIKOR Surati Polda Bali

Foto Balieditor.com-ngr: LSM GARDA TIPIKOR Indonesia surati Polda Bali soal polemik lahan lapangan Bungkulan dam Puskesmas

BALIEDITOR.COM- Polemik lahan lapangan sepak bola dan Puskesmas Pembantu I Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan, Buleleng, kian memanas.

Ini lantaran, LSM GARDA TIPIKOR Cabang Kabupaten Buleleng menyurati Polda Bali.

LSM GARDA TIPIKOR terpaksa ikut turun tangan karena diduga kuat lahan kedua fasilitas umum tersebut disertifikatkan perseorangan oleh Kusuma Ardana yang juga Calon Perbekel Desa Bungkulan sejak tahun 2013.

Sebelumnya, sejumlah krama Desa Pakraman Bungkulan bersikukuh untuk bisa mempertahankan tanah itu sebagai fasilitas umum (fasum) desa. Bahkan polemik status lahan ini, sudah sempat dilakukan mediasi di kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Buleleng, namun belum menemukan titik terang.

Surat yang dikirim LSM Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Terdepan Tindak Pidana Korupsi Indonesia (DPC GARDA TIPIKOR Indonesia) Kabupaten Buleleng ke Polda Bali ini, untuk menyikapi polemik ini. Pasalnya, disinyalir ada indikasi dugaan penyalahgunaan wewenang seorang Perbekel dalam penerbitan sertifikat tersebut.

Ketua DPC GARDA TIPIKOR Indonesia di Kabupaten Buleleng, Gede Budiasa mengatakan, pihaknya sudah bersurat ke Polda Bali yang berisi pengaduan dugaan penyalahgunaan wewenang jabatan dan/atau penyalahgunaan kekuasaan sebagai Perbekel Desa Bungkulan dan memberikan keterangan palsu dalam data akta otentik.

“Kami sudah menerima pengaduan dari masyarakat terkait polemik status lahan tersebut. Kami juga sudah mencari data-data terkait hal itu. Dari beberapa data yang kami temukan, memang ada beberapa kejanggalan dalam penerbitan sertifikat yang dimohonkan Kusuma Ardana,” ungkap Budiasa, Senin (7/10/2019) siang.

Untuk diketahui, Kusuma Ardana yang saat itu menjabat sebagai Perbekel Desa Bungkulan pada Prona tahun 2013 mengajukan dua bidang tanah yang menjadi fasilitas umum (fasum), sehingga terbit Sertifikat Hak Milik (SHM) No. 2426, dan SHM No. 2427, atas nama Perbekel Ketut Kusuma Ardana.

Hanya saja menurut Budiasa, masih ada kejanggalan terkait dengan sertifikat pada lahan Puskesmas. hasil penelusurannya, bahwa lahan yang ada bangunan puskesmas tersebut sudah bersertifikat atas nama Pemprov Bali. “Jadi aneh, itu sudah ada sertifikat Pemprov, kenapa bisa dimohonkan Prona. Itu jelas kejanggalan yang sangat terlihat,” beber Budiasa.

Budiasa pun mengaku, sudah menggali beberapa informasi beberapa warga Desa Bungkulan. Dari keterangan warga diperoleh informasi bahwa terindikasi lahan tersebut disertifikatkan melalui proses yang tidak benar.

“Itu awalnya dua bidang tanah milik Made Gina dan Nyoman Jaga digabung jadi satu bidang tanah menjadi alun-alun Desa Bungkulan untuk fasum,” jelas Budiasa.

Beberapa bukti-bukti sudah dilampirkan dalam surat itu, diantaranya fotocopy sertifikat tahun 1973 Hak milik No. 400, atas nama Made Gina berupa alun-alun luas 0,880 hektare, fotocopy sertifikat tahun 1992 hak milik No. 1900 Desa Bungkulan atas nama Nyoman Jaga, Desa Bungkulan No. 39 sebagian dari Pipil No. 62, Persil 78 a, luas 7700 meter pesegi.

Kemudian, fotocopy surat pernyataan pencabutan data fisik bidang tanah dari penyanding batas tanah sebelah selatan, yang merupakan sebagal penyanding tanah yang dimohonkan Prona 2013, fotocopy surat pernyataan pencabutan data fisik bidang tanah dari lenyanding vatas tanah sebelah timur yang merupakan sebagai penyanding Tanah yang dimohonkan Prona 2013.

Lalu, fotocopy surat pernyataan pencabutan tanda tangan data yuridis bidang tanah dari Klian Desa Adat Bungkulan, dan surat permohonan prihal pembatalan SHM No. 2426 dan No. 2427 di Desa Bungkulan. Untuk itu Budiasa berharap, agar laporan atau pengaduan dari masyarakat dapat ditindaklanjuti.

“Ini adalah hasil temuan kami, agar bisa ditindaklanjuti dengan proses lidik dan pemeriksaan saksi-saksi, terkait dengan sengketa lahan di Desa Bungkulan atas laporan dari masyarakat. Ini untuk bisa meredam gejolak masyarakat di Desa Bungkulan,” pungkas Budiasa. (ngr/frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *