Lapangan Bungkulan-Gate: Tim BPN Cek Lokasi, Diawasi Anggota Dewan

Foto balieditor.com-frs: Tim BPN turun ngecek objek yang disertifikatkan Kusuma Ardana

BALIEDITOR.COM – Merasa kecolongan dan berdosa karena menerbitkan sertifikat atas tanah Lapangan Sepak Bola Bungkulan yang berlokasi di Banjar Dinas Dauh Munduk, Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan, Buleleng, Bali, Kantor BPN Kabupaten Buleleng langsung menurunkan tim sesuai yang dijasikan Kepala Kantor BPN Buleleng IGN Pariatna Jaya saat menerima aksi demo massa, Kamis (18/7/2019) siang.

Tepat pukul 14.03 wita tim BPN Buleleng tiba di lokasi yakni Lapangan Sepak Bola Bungkulan. Ia melihat dan mensurvei dengan seksama objek sengketa yang merupakan fasilitas umum yakni tanah Lapangan Sepak Bola Bungkulan dan tanah Puskesmas Pembantu Bungkulan 1.

Dari pengamatan Balieditor.com di lokasi, tim dari BPN Buleleng kala itu juga membuat beberapa catatan terhadap objek yang mereka survei.

DPRD Buleleng juga tidak mau kecolongan. Maka itu ketika tim BPN turun ke lokasi mengecek objek sengketa tersebut, tiga anggota dewan yakni Putu Tirtha Adnyana dari Fraksi Golkar, Ketut Sumardhana dari Fraksi Hanura dan Ni Luh Sri Seniwi dari Fraksi PDIP langsung turun ke lokasi memantau kinerja tim BPN.

Di sela-sela pemantauan di lapangan, Sri Seniwi di hadapan masyarakat Bungkulan dan LSM yang mendampingi dan mengawal persoalan itub erjanji akan menindaklanjuti aspirasi demi kebenaran agar tidak meresahkan warga setempat.

Dikonfirmasi usai peninjauan lokasi, Putu Tirtha Adnyana menyatakan pihaknya mengapresiasi upaya warga masyarakat dalam mencari tahu status lahan yang selama bertahun-tahun dimanfaatkan sebagai fasilitas umum dan tiba-tiba berubah status menjadi hak milik perseorangan. ”Terlepas dari perhelatan Pilkel di Desa Bungkulan, penguasaan lahan apalagi bertahun-tahun digunakan sebagai fasilitas umum menjadi hak milik perseorangan, prosesnya tentu sangat panjang dan harus dilengkapi warkah dan lain sebagainya. Kalau tiba-tiba kemudian muncul sertifikat hak milik perseorangan, tentu harus ditelusuri pihak terkait, demi kepentingan umum,” ujar Tirta Adnyana dibenarkan Sri Seniwi dan Ketut Sumerdhana.

Terlebih, lanjut vokalis DPRD Buleleng ini, dari hasil pemantauan lokasi dan pengecekan digital terhadap sertifikat atas nama perseorangan (Ketut Kusuma Ardana,red) ternyata objek sertifikatnya berupa Lapangan Sepak Bola Desa Bungkulan Kecamatan Sawan dan Puskesmas Pembantu Desa Bungkulan.

”Hal ini tentu harus diteliti lebih lanjut oleh pihak BPN, sehingga objek sertipikatnya benar dan sesuasi dengan sertipikat yang di keluarkan. Ini merupakan ranahnya BPN dan kami di DPRD Buleleng hanya mendorong institusi terkait agar memberikan penjelasan dan pelayanan terbaik, dan mengimbau masyarakat agar menempuh cara-cara elegan dan kondusif dalam memperjuangkan haknya, maupun fasilitas untuk kepentingan umum,” tegasnya.

Apakah ada kaitan dengan Pilkel? Gede Maharjaya, salah satu peserta aksi demo itu membantah isu itu. “Tidak ada kaitan dengan Pilkel. Ini murni kami memperjuangkan hak masyarakat atas fasilitas umum yaitu lapangan sepak bola dan Puskesmas Pembantu,” bantah Maharjaya. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *