Launching Penggunaan Aksara Bali, Bupati Buleleng Komit Ajegan Budaya Bali

Foto Humas Pemkab Buleleng for Balieditor.com: Pencanangan penggunaan aksara Bali di papan nama instansi

BALIEDITOR.COM – Terbitnya Peraturan Gubernur (Pergub) Bali Nomor 80 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara dan Bahasa Bali serta Penyelengaraan Bulan Bahasa Bali dieksekusi cepat oleh Pemkab Buleleng.

Pelaksanaan isi dari Pergub yang ditetapkan oleh Gubernur Bali Wayan Koster pada 26 September 2018 lalu itu ditandai dengan launching (pencanangan) penggunaan aksara Bali pada papan nama Instansi Pemerintah Daerah yang dilaksanakan pada Jumat (5/10/2018) malam, di depan Kantor Bupati Buleleng, Jalan Pahlawan No 1 Singaraja.

Humas Pemkab Buleleng dalam press releasenya melaporkan bahwa acara pencanangan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana,ST dan dihadiri oleh Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna,SH, Sekkab Buleleng Ir. Dewa Ketut Puspaka,MP, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Buleleng, dan Pimpinan SKPD lingkup Pemkab Buleleng.

Pencanangan penggunaan aksara Bali pada papan nama instansi pemerintah di lingkup Pemkab Buleleng ditandai dengan pembukaan tirai pada papan nama Kantor Bupati Buleleng yang sudah bertuliskan Aksara Bali.

Untuk tahap awal penggunaan aksara Bali pada lembaga di lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Buleleng yang berlokasi sekitar Jalan Pahlawan, Jalan Veteran, dan Jalan Ngurah Rai Singaraja. Kemudian akan diikuti oleh seluruh instansi Pemerintah, Swasta, BUMN, BUMD sampai ke tingkat Pemerintah Desa.

Bupati Agus mengatakan, sangat menyambut baik regulasi dari Gubernur Bali tentang penggunaan aksara Bali pada papan nama Instansi Pemerintah. Menurutnya, tujuan dari penerapan aksara Bali ini untuk melestarikan Budaya dan menjaga kebudayaan adat istiadat. Bupati Suradnyana berharap, seluruh elemen masyarakat bersemangat untuk mengimplementasikan aksara Bali.

“Saya berharap ke depannya, penerapan aksara Bali ini akan segera dilaksanakan oleh instansi yang lain mulai dari OPD, BUMN, BUMD, Sekolah hingga ke tingkat desa,” harapnya.

Sementara itu, penyuluh Bahasa Bali yang diundang pada acara tersebut Gede Hari Yuda Pratama mengaku sangat menyambut baik kebijakan Gubernur Bali dalam penerapan aksara Bali ini. Hari Yuda Pratama menuturkan, penerapan aksara Bali ini merupakan perjuangan dari Aliansi Peduli Bahasa Bali. Ia berharap, dengan penerapan aksara Bali ini bisa menggugah keinginan dari generasi muda untuk melestarikan aksara Bali.

“Semoga kedepannya generasi muda di Bali khususnya di Buleleng bisa melestarikan aksara Bali dan bahasa Bali dalam kehidupannya sehari-hari,” harapnya.

Penetapan Pergub Bali Nomor 80 Tahun 2018 merupakan salah satu implementasi dari Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang dicanangkan oleh Gubernur Bali Wayan Koster.

Selain penggunaan aksara Bali, pada Pergub 80 Th 2018 juga diatur tentang Perlindungan Bahasa, Aksara dan Sastra Bali, Penggunaan Bahasa Bali, dan Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *