LAWAN PERNYATAAN WAKETUM NASDEM, GUNASTAWA BILANG TAK ADA SK PLT KETUA DPW

Foto Ist: Kubu Gunastawa gelar rapat juga

DENPASAR-BALIEDITOR.COM – Desakan kader Partai NasDem se-Bali agar DPP Partai NasDem mencopot IB Oka Gunastawa, mantan Ketua DPW NasDem Bali, dari Partai NasDem, masuk akal dan wajar.

Karena Gunastawa secara terang-terang melawan DPP Partai NasDem. Buktinya, Gunastawa menyangkal pernyataan Waketum NasDem, Ahmad M. Ali yang menyatakan bahwa DPP NasDem menunjuk Jeannette Sudjundi sebagai Plt Ketua DPW NasDem Bali.

Aksi membalelo ala Gunastawa terhadap Waketum DPP NasDem itu disampaikan saat diwawancarai wartawan. Gunastawa dengan rasa percaya diri menyatakan bahwa hingga saat ini tidak ada SK Plt Ketua DPW Partai NasDem Bali. Ia malah mengklaim bahwa dirinya menggelar rapat restrukturisasi pengurus atas petunjuk Jeannette.

Menariknya, Gunastawa mengklaim bahwa Ibu janet mencari data kembali dan menyatakan Ketua DPW NasDem Bali masih menjabat. Gunastawa juga mengklaim bahwa setelah COVID-19 pada tanggal 8 Juni lalu ia dipanggil DPP dan dia diminta membenahi DPW. “Sampai hari ini tidak ada SK lain selain SK lama dan cukup penugasan lisan,” klaim Gunastawa sambil menyatakan bahwa Gunastawa mengaku tidak ada SK Plt Bu Janet.

Baca Juga:  Pilgub Bali 2018: Bunda Putri ‘Pulang Kampung’, Warga Terharu Doakan Koster-Ace Menangi Pilgub

Sementara Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) NasDem, Ahmad M. Ali, Sabtu (20/6/2020) sore menyatakan, “Saya belum bisa mengkonfirmasi tentang kebenaran pernyataan itu (Gunastawa diangkat Kembali menjadi Ketua DPW NasDem Bali). Karena ini adalah partai besar, tentunya bila ada penunjukkan, maka harus berwujud surat; bukan pengakuan. Surat-surat, khususnya SK itu sebelum ke ketua umum saya juga harus menandatangani. Saya sempat tanya ke Sekretaris OKK, diakui belum pernah menerima surat itu. Sampai hari ini Sabtu (20/6) secara administrasi saya berani katakan, clear, bahwa belum ada surat pengangkatan daripada saudara Oka sebagai Ketua DPW NasDem Bali. Kami berharap kader-kader di Bali bisa tenang, tidak melakukan manufer-manufer yang pada akhirnya nanti akan mengkerdilkan partai NasDem sendiri,” pintanya.

Menyikapi desas-desus perombakan kepengurusan NasDem di tingkat DPW dan DPD se-Bali, Ali berseru hal itu tidak bisa dilakukan oleh oknum yang belum sah diakui sesuai SK DPP. “Kalau yang mengusulkan (Oka Gunastawa, red) tidak ada SK-nya bagaimana bisa begitu? Sampai hari ini dalam kapasitas sebagai Wakil Ketua Umum DPP NasDem belum pernah menandatangani atau memparaf surat tentang hal tersebut,” terangnya.

Baca Juga:  Somvir Selamat, Bawaslu Putuskan Laporan Redana Tak Terbukti

Lebih lanjut, Ali mengimbau kepada seluruh kader NasDem di Bali untuk menjaga kondusifitas. Dia menyarankan agar komunikasi satu sama lain dilakukan. “DPP NasDem akan sangat memperhatikan dinamika yang ada. Jadi merespons suara-suara kader. DPP berharap NasDem semakin solid ke depan,” ulangnya sembari mengaku sekecil apapun reaksi kader akan ditanggapi. “Bali ini sudah ditangani langsung oleh Ketua Umum dan sudah diputuskan untuk mereposisi kepengurusan. Gus Oka sendiri sudah ditarik ke DPP,” ungkap mantan Ketua DPW NasDem Sulawesi Tengah itu.

Ali menekankan Partai NasDem diatur oleh mekanisme dan administrasi. Oleh sebab itu, penunjukkan lisan tidak bisa dipegang. “Itu bincang-bincang namanya. Yang berhak menunjuk Ketua DPW adalah Ketua Umum. Hanya satu orang yang memiliki mandat menunjuk ketua DPW. Itu adalah Ketua Umum. Jika seandainya Gus Oka ditunjuk kembali oleh ketum, biasanya ketum akan menyampaikan. Jika memang ada penunjukkan itu akan berlaku efektif setelah ketum mengeluarkan surat keputusan dari DPP NasDem,” pungkasnya. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *