Liga 3 PSSI Buleleng: Hujan Gol Warnai Laga STJ vs Putra Mas

Foto Balieditor.com-frs: Pemain Putra Mas (merah) rebut bola dengan pemain STJ (biru putih garis-garis)

BALIEDITOR.COM – Pertarungan seru disertai hujan gol terjadi antara Satria Tunas Jaya (STJ) Sudaji kontra Putra Mas Desa Pemuteran lanjutan pertandingan Liga 3 Askab PSSI Buleleng musim kompetisi 2018 di Lapangan Seririt, Minggu (7/10/2018) sore.

Sebanyak tujuh gol tercipta dalam pertandingan yang dipimpin wasit Amir Husen dan disaksikan langsung para petinggi Askab PSSI Buleleng seperti Waketum Askab PSSI Buleleng DR I Wayan Artanyasa, anggota Exco Made Bawa dan Wayan Tingkes Yasa yang juga ketua panitia liga serta pengawasan pertandingan nasional Kade Suardana alias Toris.

Tiga gol dicetak pemain-pemain dari Sudaji sedangkan empat gol dicetak pemain-pemain Putra Mas. Ini termasuk satu-satu pertandingan di Liga 3 yang banjir gol.

Wardana membuat hattrick buat kemenangan Putra Mas, masing-masing pada menit 13, 15 dan 87. Satu gol lainnya dipersembahkan oleh Riki pad pada menit 69.

Sementara tiga gol STJ dicetak oleh Wira Adi Soma pada menit 35, disusul Bimbim pada menit 55, dan Hendra yang membobol gawang Putra Mas yang dijaga Krisna Wola pada menit 70.

Kemenangan Putra Mas ini tidak mempengaruhi posisi anak-anak asuahn Gusti Putu Sarjana ini di klasmen sementara Liga 3. Mereka tetap berada di urutan empat dengan nilai 7, sama dengan Satria Muda Pengulon. Namun Putra Mas kalah selisih gol.

Scudetto tetap menjadi milik Tintin FC dari Desa Tinga-Tinga dengan nilai 8 sama dengan posisi runner-up Putra Kubutambahan. Tintin FC berada di puncak klasmen sementara lantaran unggul selisih gol.

Menarik dari pertandingan ini adalah pengendalian emosi pemain-pemain STJ. Aanak asuh coach Gede Rahayudi tampil lebih soft dibandingkan dengan penampilan generasi sebelumnya yang dikenal keras dan kasar. Bila gaya permainan soft ini terus dipertahankan dan dibina maka anak-anak Sudaji bakal menjadi contoh bagi tim lain yang suka bermain kasar.

Coach STJ Gede Rahayudi legowo menerima kekalahan itu dengan alas an persiapan dan pembentukan tim tergolng dadakan hanya 9 hari sebelum kick off kompetisi Liga Askab PSSI Buleleng 2018.

“Kalah tidak masalah, karena memang persiapannya dadakan. Yang penting kami bisa menghilangkan kesan Sudaji keras. Anak-anak masih sangat mudah-mudah semua sehingga kami bisa arahkan dan bina,” jelas Rahayudi yang mantan Perbekel Sudaji itu. (cha/frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *