Liga 3 PSSI Buleleng: Tintin FC Tinga-Tinga JUARA

Foto Balieditor.com-frs: Pemain-pemain Tintin FC merayakan gelar juara Liga 3 yang mereka raih musim ini

BALIEDITOR.COM – Kesebelasan Tintin FC dari Desa Tinga-Tinga mencatat diri sebagai tim pertama yang menjadi JUARA Liga 3 Askab PSSI Buleleng musim kompetisi 2018.

Karena mulai musim kompetisi 2018 ini, Askab PSSI Buleleng, menggunakan format kompetisi internal di Bali Utara itu dengan format liga yang terdiri atas tiga level yakni Liga 1, Liga 2, dan Liga 3.

Tintin FC menjadi scudetto Liga 3 PSSI Buleleng bersaing cukup ketat dengan Putra Kubutambahan yang berada di posisi runner-up. Kedua tim sama-sam memiliki nilai 11 di akhir kompetisi namun Kadek Andreawan dan kawan-kawan dari Tintin FC unggul agregat atau selisih gol sehingga menjadi JUARA.

Saking ketatnya persaingan di Liga 3, sehingga tahta juara pun harus ditentukan hingga pertandingan terakhir Rabu (10/10/2018) sore tadi di Lapangan Seririt. Pada pertandingan terakhir tadi Tintin FC berhadapan dengan Satria Tunas Jaya (STJ) FC dari Desa Sudaji dan menang dengan skor 2-0.

Kendati Kadek Andreawan dan kawan-kawan mencetak dua gol untuk menahbiskan diri sebagai juara Liga 3, namun pasukan mudah STJ yang sudah tidak ada beban karena sudah tidak bisa lagi mengejar jatah promosi ke Liga 2, tampil lepas dan memberi perlawanan ketat.

Bahkan perlawanan pasukan muda STJ itu memberi perlawanan hingga detik-detik akhir kendati Tintin FC sudah unggul 2-0. Pun demikian, Kadek Andreawan mengunci skor 2-0 hingga pertandingan berakhir.

Posisi ketiga di Liga 3 adalah Satria Muda FC dari Desa Pengulon, sedangkan tim debutan Putra Mas FC dari Desa Pemuteran berada di posisi keempat. Sementara STJ FC Sudaji di urutan kelima dan Fortuna FC menjadi jurukunci.

Sesuai regulasi Liga Askab PSSI Buleleng, juara dan dan runner-up Liga 3 promosi ke Liga 2. Namun karena tiga tim di Liga 2 yang terdegradasi ke Liga 3 maka Satria Muda FC dari Pengulon mendapatg keuntungan dari kondisi itu sehingga juga ikut promosi ke Liga 2.
Dari tiga tim anggota Liga 2 yang terdegradasi ke Liga 3, satu tim tidak ikut kompetisi, sedangkan dua tim lainnya yakni PORS Seririt dan Indonesia Muda (IM) Kelurahan Kampung Kajanan, Singaraja, degradasi karena didiskualifikasi Komdis Askab PSSI Buleleng karena menggunakan peman bodong.

Kedua tim ini bukan saja degradasi ke Liga 3, tetapi juga dilarang mengikuti satu musim kompetisi Liga Askab PSSI Buleleng. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *