Lomba Kelurahan Bali: Kelurahan Banjar Jawa Jadi Duta Buleleng

Foto Humas Pemkab Buleleng for Balieditor.com: Tim penilai Bali disambut masyarakat

Foto Humas Pemkab Buleleng for Balieditor.com: Tim penilai Bali disambut masyarakat

BALIEDITOR.COM – Kelurahan Banjar Jawa, Kecamatan Buleleng, menjadi duta Kabupaten Buleleng dalam Lomba Kelurahan Tingkat Provinsi Bali.

Selasa (17/4/2018) Tim Penilai Provinsi Bali datang ke Kelurahan Banjar Jawa dan menilai kelurahan di pusat Kota Singaraja itu sebagai duta Bali Utara.

Memurur laporan Humas Pemkab Buleleng penilaian itu dipusatkan di Gedung Serbaguna Kelurahan Banjar Jawa, Singaraja. Dalam penilaian ini, Kelurahan Banjar Jawa menampilkan pengembangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) serta industri rumahan atau home industry.

Lurah Banjar Jawa, Putu Wiriasa, S.Pd Ina, melaporkan bahwa ada beberapa produk keunggulan lokal yang dikembangkan di Kelurahan Banjar Jawa. Dimulai dari usaha penyamakan kulit ikan dengan merk “Yeh Pasih Leather”.

Usaha atau produksi yang berbahan dasar kulit ikan ini sudah lama berkembang. Dari usaha ini dihasilkan produk kerajinan yang dapat menggerakkan perekonomian masyarakat seperti dompet, sepatu, tas, dan tali jam.

“Kita kembangkan penyamakan ini. Bahkan penyamakan kulit ikan pernah mendapat juara satu di tingkat nasional,” jelasnya.

Disamping itu, ada beberapa home industry yang berkembang di Kelurahan Banjar Jawa. Diantaranya adalah produk jamu kunyit dan kunyit sirih dengan merk “JAMUKU”.

Produk ini termasuk produk unggulan karena terkenal dengan rasanya yang gurih dan memiliki beberapa varian. Industri rumah tangga lainnya yang berkembang di Kelurahan Banjar Jawa adalah dupa, kue matahari, kripik tempe, kripik singkong dan juga kacang kapri.

“Masyarakat Kelurahan Banjar Jawa juga memiliki industri rumah tangga seperti jamu, dupa, kue matahari, kripik tempe, kripik singkong dan kacang kapri,” ujar Putu Wiriasa.

Lurah Putu Wiriasa yang dulunya berprofesi sebagai guru ini juga mengungkapkan selain industri rumah tangga, Kelurahan Banjar Jawa juga memiliki kelompok budidaya lele dengan kelompok “Mina Lestari” dan Gapoktan “Wira Mandiri”. Gapoktan “Wira Mandiri” merupakan organisasi ibu-ibu rumah tangga yang bergerak di bidang usaha simpan pinjam.

“Gapoktan ini juga pernah meraih prestasi tingkat nasional dengan menduduki juara kedua,” ungkapnya.

Wakil Bupati Buleleng, dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG yang turut hadir dalam penilaian ini mengharapkan Kelurahan Banjar Jawa bisa memberikan hasil yang terbaik untuk Kabupaten Buleleng.

Kata dia, kelurahan ini juga diharapkan bisa berbicara ke tingkat yang lebih tinggi tidak hanya di tingkat provinsi namun ke tingkat nasional karena akan ada penghargaan dari Bapak Presiden untuk para kepala desa atau lurah terbaik. “Kita harapkan Kelurahan Banjar Jawa bisa memberikan hasil yang terbaik,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Tim Penilai yang juga Kepala Bidang Pemerintahan Desa, Dinas Pemberdayaan dan Masyarakat Desa (PMD) Provinsi Bali, Made Redy Yuliarmawan, SE.,M.Si menyebutkan tujuan dari perlombaan ini bagaimana pemerintah provinsi memotivasi desa dan kelurahan untuk bekerja secara maksimal. Diharapkan setiap tahun ada peningkatan terutama dalam sisi inovasi pelayanan kepada masyarakat.

“Setiap tahun inovasi harus ditingkatkan terutama dalam pelayanan kepada masyarakat. Itu sebenarnya hakikat perlombaan ini,” tandasnya. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *