LPD Gerokgak-gate: Eks-Ketua LPD Gerokgak Jadi Tersangka

Foto Ist: Anton bersama para nasabah LPD yang jadi korban

BALIEDITOR.COM – Perlahan tapi pasti, tim pidsus Kejati Bali menetapkan Komang Agus Putra Jaya, SE, eks atau mantan Ketua LPD Gerokgak, sebagai tersangka.

Agus Putra dijadikan tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi LPD Gerokgak.

Ini diungkapkan Ketua Badan Eksekutif LSM Gema Nusantara (Genus) Antonius Sanjaya Kiabeni dalam cuitan di FBnya.

“Perlahan tapi pasti, berani jujur hebat. Akhirnya kasus dugaan Tipikor LPD Desa Adat Gerokgak memasuki babak baru . Yakni Kejaksaan Tingi Bali menetapkan mantan Ketua LPD Desa Adat Gerokgak Komang Agus Putra Jaya, SE, sebagai TERSANGKA dalam kasus dugaan Tipikor LPD,” ujar Anton — sapaan Antonius Sanjaya Kiabeni — dalam cuitan di FBnya.

Masih menurut cuitan Anton di FBnya, tersangka tidak hanya menilep uang nasabah LPD hingga Rp 1.250.000.000 tetapi juga diduga menggunakan nama LPD Gerokgak untuk meminjamkan dana segar di Bank BPD Bali Cabang Seririt.

“Perlu diketahui bahwa selain perbuatan tersangka Komang Agus Putra Jaya, SE, yang merugikan uang negara sejumlah 1.250.000. 000 (satu miliar dua ratus lima puluh ribu rupiah) berdasarkan hasil audit BPKP , tersangka Komang Agus Putra Jaya, SE, juga diduga menggunakan nama LPD untuk meminjam DANA SEGAR ke PT. BANK Pembangunan Daerah Bali Cabang Seririt sejumlah Rp 500 juta,” ungkap Anton.

Bukan hanya itu, Anton membeberkan bahwa sesuai hasik audit BPKP, tersangka Agus Putra juga menggunakan nama LPD Gerokgak meminjam uang di LPD Sumberkima senilai Rp 550 juta, LPD Pejarakan sebesar 375 juta, dan LPD Pelaga sebesar Rp 100 juta.

“Dengan jaminan sertifikat bapak (ayah) kandung tersangka Komang Agus Putra Jaya, SE , sebanyak kurang lebih, 4 ha SHM berlokasi di Gerokgak, dan sertifikat milik nasabah LPD Desa Adat Gerokgak,” beber Anton lagi.

Kata Anton, LSM Gema Nusantara sudah menyerahkan bukti-bukti melalui surat yang disampaikan langsung ke Koordinator Penyidik Tipikor Kejati Bali bersama krama adat.

“Harapan dan dorongan agar Kejati Bali menelusuri aset-aset tersangka agar dilakukan penyelesaian secara hukum sehingga dapat mengambalikan uang-uang nasabah LPD dan Kas LPD Desa Adat Gerokgak,” pungkas Anton.

Ia juga berharap Kejati Bali mengejar tersangka lain selain tersangka Komang Agus Putra Jaya SE , yang diduga turut serta berperan aktif dalam tindak pidana korupsi tersebut. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *