LPD Gerokgakgate: Kredit di LPD Telaga, Ketua LPD Gerokgak Buat Keterangan Palsu

Foto Ist: LSM Genus bertemu dengan pemilik sertifikat, pengurus LPD Telaga, Kelian Adat Telaga, dan Pengawas LPD, bongkar permainan Ketua LPD Gerokgak

BALIEDITOR.COM – Kasus dugaan penyalahgunaan dana nasabah di LPD Desa Pakraman Gerokgak, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali, kian melebar.

Ini lantaran LSM Gema Nusantara (GENUS) pimpinan Antonius Sanjaya Kiabeni alias Anton Kamis (19/9/2019) menemukan fakta baru (novum). Ternyata ada dugaan kuat Ketua LPD Gerokgak, Komang Agus Jaya membuat keterangan palsu tentang status pemilik sertifikat tanah yang dipinjam sebagai jaminan kredit uang di LPD Telaga, Kecamatan Seririt.

Bagaimana modusnya? Anton mengungkapkan bahwa saat hendak kredit uang di LPD Telaga, Ketua LPD Gerokgak Komang Agus Putra Jaya membuat surat kuasa, surat pernyataan palsu dan keterangan palsu yang menyatakan bahwa pemilik sertifikat yang dipinjam Agus Putra Jaya untuk dijadikan jaminan bernama Ketut Toya adalah orang tuanya. Padahal, Ketu Toya bukan orang tua alias ayah sang Ketua LPD Gerokgak tersebut.

“Fenomena yang sangat memalukan, tindakan oknum Ketua LPD Desa Adat Gerokgak Komang Agus Putra Jaya diduga membuat surat kuasa, surat pernyataan palsu dan keterangan palsu bahwa pemilik sertifikat atas nama Kerut Toya adalah orangtuanya,” ungkap Anton dalam cuitan FBnya Kamis (19/9/2019) usai bertemu dengan pengurus LPD Telaga.

Anton mengungkapkan, dugaan tindak pidana memberikan keterangan palsu atau membuar dokumen palsu itu terbongkar setelah LSM Gema Nusantara (GENUS) pimpinan Anton menggelar pertemuan dengan pemilik sertifikat Ketut Toya, pengurus LPD Telaga, Kelian Desa Adat Telaga Kecamatan Seririt, dan Pengawas LPD di Telaga.

“Hal tersebut terungkap dalam pertemuan antara pemilik sertifikat, LPD Telaga, Kelian Desa Adat Telaga Kecamatan Seririt, dan Pengawas LPD Telaga bersama LSM GEMA NUSANTARA BULELENG BALI, PENGGIAT ANTI KORUPSI DAN Relawan Setia JOKOWI, KBS Buleleng Bali,” cuitanya lagi.

Diungkapkan pula bahwa pinjaman atas nama LPD Gerokgak dengan jaminan sertifikat milik perorangan atas nama Ketut Toya, itu sebesar Rp 100 juta. “Adapun total pinjaman atas nama LPD Gerokgak tersebut sejumlah Rp 100 juta,” sambung Anton lagi.

Dalam cuitan lanjutannya, Anton menyatakan, “Semua temuan LSM di lapangan sudah kami laporkan ke Tim Tipikor Kejati Bali.”

Uniknya, Ketut Toya yang sertifikatnya dipinjam Ketua LPD Gerokgak Komang Agus Putra Jaya itu adalah warga Desa Pangkung Paruk, Kecamatan Seririt, bukan karma adat Desa Pakraman Gerokgak. Dan tanah milik Ketut Toya yang dijadikan jamin itu berlokasi di Desa Pangkungparuk, Kecamatan Seririt, seluas 1.0470 meter persegi. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *