Mahasiswi FMIPA Undiksha Membusuk di Kost, Diduga Dibunuh

Foto Balieditor.com-ngr: Jenazah Serli di RSUD Kabupaten Buleleng

BALIEDITOR.COM – Masyarakatdi kawasan Jalan Wijaya Kusuma, Gang IV No 1, Kelurahan Banyuasri, Singaraja, Buleleng, Bali,Kamis (11/4/2019), siang pukul 13.00 wita geger.

Karena sebuah kamar kostbdi kawasan itu ditenemukan sesosok mayat perempuan. Mayat itu diketahui bernama Made Ayu Serli Mahardika, 20, warga Desa Senganan, Kecamatan Penebel, Tabanan.

Ia diduga korban pembunuhan yang diduga dilakukan pria berinisial KIJ alias K yang tak lain adalah pacar korban.

Serli tercatat sebagai mahasiswi semester IV Jurusan Fisika Fakultas MIPA Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja.

Penemuan jasad Serli di kamar kost-nya yang berada di lantai 2 nomor 2.5 ini bermula dari, teman-teman korban yang curiga akan keberadaan korban yang beberapa hari belakangan ini tidak terlihat di kampus.

Awalnya, teman korban yang bernama Meli Triastuti,19, berusaha menghubungi korban melalui WhatsApp pada Senin (8/4/2019) pukul 19.30 wita tentang keberadaannya.

Namun, WhatsApp tersebut dijawab oleh pacar korban yakni KIJ. Sehingga hal itu membuat penasaran Meli Triastuti. Karena penasaran, Meli Triastuti lalu mencari korban di kamar kost-nya. Namun, kamar kost korban tertutup tapi sepeda motor DK 2495 HC milik korban masih terpakir di tempat kost. Bahkan, Meli Triastuti bersama ketiga temannya pada Selasa (9/4/2019) kembali mencari korban ke kost-nya, namun tidak ada respon.

Terakhir, saksi Meli Triastuti bersama temannya kembali mendatangi kamar kost korban pada Kamis (11/4) sekitar pukul 13.00 wita. Mereka terus mencari Serli, lantaran Serli sebagai Ketua Panitia Pelatihan Kepemimpinan Softskill (PKS). Namun saat sampai dilokasi, mereka mencium bau yang cukup menyengat. Mereka akhirnya membuka pintu kamar kost korban memakai kunci yang berada di jendela luar kamar.

Saat dibuka, bau menyengat pun semakin keras, sehingga mereka tidak berani membuka pintu. Selanjutnya, mereka menghubungi keluarga Serli. “Kami ke kost-nya jam 10. Saat buka sudah bau. Kemudian kami tutup lagi, takut. Lalu kami lapor ke Banyuning ke keluarganya. Setelah itu gak tau lagi,” ujar salah seorang teman korban Serli, Putu Albert Purnama Putra,20.

Keluarga korban yang curiga, akhirnya menghubungi Polsek Kota Singaraja. Dari informasi tersebut, anggota Unit Reskrim Polsek Kota Singaraja langsung mendatangi lokasi. Saat dibuka, anggota sudah mendapati korban Serli dalam keadaan tewas tergeletak.

“Kami sudah serahkan kasusnya ke polisi. Selama ini anaknya memang baik selama tinggal sama saya waktu itu. Tapi setelah pisah, ya jarang cuma sekedar saja,” ucap Ketut Pujawan yang juga masih kerabat korban Serli.

Dari hasil olah TKP yang dilakukan Unit Reskrim Polsek Kota Singaraja, polisi mendapati korban sudah meninggal. Pada bagian kepala ditemukan bengkak dan berair, mata melotot keluar, lidah menjulur keluar, dan kulit tubuh mengelupas. Korban langsung dibawa ke RSUD Buleleng untuk dilakukan pemeriksaan luar. Hasilnya, diduga korban meninggal kurang lebih sudah lebih dari dua hari.

Bahkan dari lokasi kejadian, polisi juga mendapatkan keterangan bahwa diduga korban meninggal akibat adanya aksi kekerasan. Terduga pelaku pun akhirnya mengarah kepada seseorang yang tak lain adalah pacarnya. Kurang dalam waktu 3 jam, akhirnya polisi berhasil mengamankan pelaku KIJ alias K yang ternyata pacar korban. Pelaku yang diketahui dari Kecamatan Penebel, Tabanan, berhasil diamankan di wilayah Jalan Udayana Singaraja.

Waka Polres Bulelenh, Kompol. Ronny Riantoko mengatakan, saat pertama ditemukan kondisi korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan posisi tengadah kepala di utara memakai baju kaos berkerah motif endek warna biru dan celana pendek kain warna biru. Kondisi mayat pun lebam dan mata keluar, lidah menjulur keluar ada bekas darah menggunakan selimut kain.

Kini kasus ini masih dalam penyelidikan dan penyidikan pihak kepolisian. “Saat ini masih dilakukan pemeriksaan saksi-saksi untuk mengetahui motif dari perbuatan pelaku. Pelaku sudah kami amankan. Kami masih juga masih menunggu hasil otopsi, untuk dapat mengetahui penyebab kematian korban,” ungkap Ronny.

Sejumlah barang bukti saat ini sudah diamankan polisi untuk penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. Diantaranya, 1 unit handphone dan 1 unit Laptop yang ditemukan disekitar kejadian. “Korban dibawa ke rumah sakit Sanglah untuk autopsi. Nanti hasilnya seperti apa, akan kami sampaikan,” pungkas Ronny. (ngr/frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *