Maling Bokor Perak, Disiduk Polisi, Toe Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara

Foto Balieditor.com-ngr: Barang bukti bokor yang dicuri tersangka Toe

BALIEDITOR.COM – Kasus pencurian beberapa bokor berbahan perak di sebuah rumah di Jalan Mayor Metra Kelurahan Beratan, Buleleng, Bali, Kamis (26/7/2018) akhirnya terungkap.

Unit Reskrim Polsek Kota Singaraja, berhasil membekuk pelakunya bernama Ketut Hendra Yuliawan alias Toe, 21. Toe adalah warga Banjar Tengah, Kelurahan Astina, Buleleng. Toe dibekuk polisi sehari setelah melancarkan aksinya.

Aksi pencurian ini dilaporkan korban Gede Darmawan, 72, seorang pensiunan guru yang tinggal di lokasi pencurian. Awalnya sekitar pukul 03.30 wita, korban sempat terbangun karena ada bunyi bel rumah. Korban yang terbangun, langsung menuju tempat usaha perak yang ada di depan rumah. Saat berada di usaha peraknya, tiba-tiba korban melihat ada orang yang lari menuju ke jalan raya dari toko miliknya. Korban pun sempat melihat ciri-ciri pelaku dengan memakai sepeda motor Scopy warna putih DK 4465 FAN.

Korban pun sempat mengejar pelaku, namun pelaku keburu kabur. Saat dicek, ternyata beberapa bokor yang berbahan perak sudah raib disikat pelaku. Korban pun mengalami kerugian sebesar Rp 1,5 juta. Dan kasus inipun dilaporkan ke Mapolsek Kota Singaraja.

Akhirnya diketahui pelaku aksi pencurian itu adalah Hendra Yuliawan alias Toe. Polisi langsung memburu keberadaan Toe. Tepatnya pada Jumat (27/7/2018) sekitar pukul 01.45 wita, Toe berhasil diringkus anggota Polsek Kota Singaraja, disebuah posko yang ada di wilayah Kelurahan Astina.

“Kami berhasil amankan pelaku, itu berkat dari informasi ciri-ciri pelaku yang diberikan korban termasuk DK kendaraan yang digunakan pelaku saat melakukan aksinya,” ungkap salah seorang anggota Polsek Kota Singaraja.

Selain mengamankan pelaku, polisi juga berhasil mengamankan barang bukti berupa 7 buah bokor dan 1 buah caratan yang berbahan perak, yang didapatkan saat anggota melakukan penggledahan dikediaman pelaku.

Kapolsek Kota Singaraja, Kompol. AA. Wiranata Kusuma membenarkan, jika anggotanya berhasil menangkap pelaku pencurian. Dan kasusnya kata dia, kini masih dalam pengembangan. “Ya benar. Modusnya dengan cara mencongkel pintu. Kasusnya masih kami lakukan pengembangan,” ujar Kapolsek Wiranata Kusuma.

Tersangka Toe dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman pidana maksimal 7 tahun penjara. Pelaku Toe pun kini masih mendekam dibalik jeruji besi.(ngr/frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *