Mantan Bupati Putu Bagiada Gelar Upacara Pawintenan

Foto-Foto Balieditor.com-frs: Mantan Bupati Buleleng dan Bunda Sayang Bagiada menjalani Upacara Pawintenan

Foto-Foto Balieditor.com-frs: Mantan Bupati Buleleng dan Bunda Sayang Bagiada menjalani Upacara Pawintenan

BALIEDITOR.COM – Setelah bebas dari jeratan hukum, mantan Bupati Buleleng Putu Bagiada, kini bangkit. Bukan saja bangkit secara lahiriah (fisik) karena sudah bebas dari hukuman melainkan lebih dari itu yakni bangkit secara spiritual aliash rohaniah.

Ini setelah Rabu (4/1/2017) bupati Buleleng dua periode itu menggelar upacara pawintenan (bersih diri) di istananya ‘Gerya Celuk Buluh’, Desa Kalibukbuk, Lovina, Buleleng, Bali.

Upacara pawintenan itu bukan hanya diikuti oleh mantan orang kuat Buleleng itu tetapi juga diikuti Ibu Sayang Bagiada, mantan firstlady Buleleng yang setia mendampingi sang Bupati Buleleng pertama yang dipilih langsung masyarakat itu.

“Setelah menjalani kehidupan di LP saya harus membersihkan diri. Sebenarnya bukan hanya sekedar mencuci diri, tetapi ada beberapa hal yang harus dari penuhi,” tutur Bagiada usai menjalani upacara pawintenan kepada Balieditor.com.

Kata dia, upacara pawintenan ini sudah lama direncanakan, bahkan sejak masih dirinya masih berkuasa alias masih menjabat sebagai bupati. “Ini sudah lama direncanakan tetapi ditunda terus, sekarang baru bisa dilaksanakan,” ujarnya sambil tertawa dengan gaya khasnya.

foto-2

Bagiada yang semasa berkuasa menjadi “anak emas” Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum DPP PDIP itu mengaku bahwa dirinya telah lulus dari ujian mental selama di LP Kerobokan, Badung. “Karena saya tidak bersalah, sehingga saya bisa happy-happy saja. Malah sehat-sehat saja. Saya menganggap bahwa itu (di LP, red) sebuah ujian mental dan saya lulus. Saya sudah bangkit. Semua atas kehendak Yang Maha Kuasa Ida Sang Widhi Wasa,” tandasnya.

“Orang stress di LP dan sampai meninggal. Saya nikmati saja, karena saya tidak bersalah. Terbukti saya bisa keluar dan sehat-sehat saja,” tambahnya lagi.

Sementara salah satu kerabatnya Putu Sadiarta menceritakan bahwa Bagiada selama ini mendapat banyak paica sehingga semua itu diupacarai dalam upacara pawintenan tersebut.

Pantauan Balieditor.com menyebutkan bahwa ternyata Bagiada masih cukup berpengaruh. Setiap acara yang digelar di kediamannya sejak keluar dari LP Kerobokan selalu dipadati masyarakat dari berbagai komponen. Termasuk upacara pawintenan hari ini, cukup banyak orang hadir termasuk sulinggih dari Desa Tinggarsari, Kecamatan Busungbiu. (frs)

foto-3

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *