Mengenal Gubernur Bali 2018-2023: Koster, Ketua Partai Pertama yang Jadi Gubernur Bali

Foto Istimewa: Gubernur Bali Wayan Koster

BALIEDITOR.COM – Setelah dilantik di Istana Negara Jakarta oleh Presiden RI Joko Widodo alias Jokowi Kamis (5/9/2018), DR Ir Wayan Koster, MM dan DR Ir Tjokorta Oka Artha Ardhana Sukawati, M.Si, resmi memimpin Bali lima tahun ke depan.

Untuk mengenal kedua sosok penguasa Pulau Dewata ini, Redaksi Balieditor.com menurunkan profil keduanya dalam dua tulisan.

DR Ir Wayan Koster, MM, memecahkan rekor yang selama ini sekaligus pameo dalam kepemimpinan di Bali. Bahwa selama ini belum pernah ada pimpinan parpol menjadi Gubernur Bali. Sehingga sejak pencalonannya, lawannya selalu menggunakan pameo itu untuk melemahkan pososi Koster.

Namun pameo itu dipecahkan oleh Koster. Ia berpasangan dengan tokoh puri dari Gianyar DR Ir Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, M.Si, menghancurkan semua analisis dan mencatat diri sebagai Ketua Partai pertama yang menjajdi Gubernur Bali.

Siapa sebenarnya Koster? Koster mengawali kariernya di dunia pendidikan dan penelitian, kemudian ia terjun ke dunia politik. Dan Kendaraan politik yang dipilih adalah PDIP. Ternyata garis tangan Koster membawanya ke tahta kekuasaan di Bali yakni mulai dari anggota DPR RI dan kini menjadi Gubernur Bali.

Politisi mungil nan brilian itu lahir di Singaraja, Bali, pada 20 Oktober 1962. Sebelum terjun ke kancah politik, lulusan Institut Teknologi Bandung ini kariernya di dunia pendidikan yakni sebagai peneliti dan dosen.

Putra terbaik Buleleng asal Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, yang melanjutkan estafet kekuasaan putra Buleleng di tahta kekuasaan Bali ini pernah berprofesi sebagai peneliti di Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Depdikbud. Selain itu, ia juga menjadi dosen di beberapa universitas terkemuka di Jakarta.

Karena otaknya brilian saat baru berusia 41 tahun, Koster dipercaya sebagai Staf Ahli Kelompok Fraksi POKSI II Fraksi PDIP selama setahun. Setelah mengetahui seluk beluk kinerja di Senayan, ayah dua anak ini pun ikut pemilu legislatif 2004. Ternyata nasib baik sedang berpihak pada Koster. Ia terpilih untuk duduk di Senayan menjadi anggota DPR RI duduk Komisi X yang membidangi pendidikan, kebudayaan, pariwisata, ekonomi kreatif, pemuda dan olahraga.

Lalu dua kali pemilu selanjutnya yakni 2009-2014 dan 2014-2019, Koster dengan mudah mempertahankan kursinya sebagai anggota dewan di Senayan.

Ketika pesta demokrasi di Bali digelar untuk melakukan suksesi terhadap kepemimpinan di Pulau Dewata, Koster pun ikut pada Pilgub Bali 2018. Hasilnya, I Wayan Koster bersama Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati memangkan pertarungan itu dan terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur Bali untuk periode 2018-2023.

Pasangan yang diusung oleh PDIP, Hanura, PAN, PKB, PPP dan PKPI ini menang dengan perolehan 57.68% suara. Koster pun meruntuhkan pameo yang sudah berpuluh-puluh tahun dipelihara para politisi dan menjadi ketua partai pertama yang merebut kursi Gubernur Bali dari tangan figur-figur non-partai. Congratulations Mr Koster! (francelino xavier ximenes freitas)

Profil DR Ir Wayan Koster, MM:

Lahir : Singaraja, 20 Oktober 1962

Pendidikan :
SD : SDN 1 Desa Sembiran (1975)
SMP : SMP Bhaktiyasa (1978)
SLTA : SMAN Singaraja, Bali (1981)
S1 : Institut Teknologi Bandung (1987)
S2 (Magister): Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) International Golden Institute Jakarta (1995)
S3 (Doktor) : Universitas Negeri Jakarta (1999)

Karier
Pengajar/Dosen
Staf Ahli Kelompok Fraksi (POKSI II F) PDI Perjuangan (2003-2004)
Peneliti Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Depdikbud (1988-1994)
Wakil Sekretaris jendral Perhimpunan Pemuda Hindu (PERADAH) Indonesia
Sekretaris Jendral DPP Prajaniti Hindu Indonesia
Anggota Komisi X DPR RI (2004-2009, 2009-2014,2014-2018)
Gubernur Bali (2018-2023)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *