Menteri Pertanian Malaysia Puji BBRBLPP Gondol

Foto Balieditor.com-cha: Menteri Pertanian dan Industri Asas Tani Malaysia, Dato’ Salahuddin Bin Ayub mengunjungi BBRBLPP,Gondol untuk belajar soal pembenihan hatchrery terutama ikan krapu

BALIEDITOR.COM – Balai Besar Riset Budidaya Laut Dan Penyuluhan Perikanan (BBRBLPP), Kementrian Kelautan Dan Perikanan, Gondol, Desa Penyabangan, Gerokgak, Buleleng, Bali, kembali menjadi referensi untuk pengembangan budidaya kelautan.

Salah satunya dilakukan oleh Menteri Menteri Pertanian dan Industri Asas Tani Malaysia, Dato’ Salahuddin Bin Ayub, Rabu (4/9/2019).

Kunjungan Dato’ Salahauddin ke Gondol, diterima Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) Prof. Ir. Sjarief Widjaja, Ph.D, FRINA, mewakili Menteri Kelautan dan Perikanan bersama Kepala BBRBLPP Gondol, Ir. Bambang Susanto.

Dalam pernyataannya, Menteri Dato’ Salahudin mengatakan, kenapa pihaknya memilih BBRBLPP, Gondol sebagai tempat untuk melakukan studi, selain sudah tersohor karena memiliki kapasitas di Asia Tenggara, balai riset milik Kementrian Kelautan RI ini telah mampu menghasilkan sejumlah riset untuk peningkatan kualitas perikanan.

”Kenapa penting,karena permintaan akan ikan khususnya spesies krapu sangat diperlukan. Malaysia memiliki pengalaman pemasaran ikan kakap, kerapu dan ikan merah sangat memiliki pasar sangat prospektif terutama di ekspor ke China,Jepang,Hongkong dan Taiwan,” kata Dato’.

Menteri Dato’ mengakui pihaknya datang ke balai riset Gondol adalah untuk belajar pembenihan hatchery setelah para pelaku bisnis di sektor budidaya di Malaysia telah berhasil melakukan penetrasi pasar ekspor.

”Di Malaysia mungkin telah banyak pakar di bidang hatchery namun kami kekurangan ahli dibidang pembenihan.Dan ini yang menjadi titik tekan lawatan kali ini (ke Gondol,red).Sehingga para pemain yang kami bawa bisa belajar,bekerjasama dan bertukar fikiran serta saling tukar menukar tekhnologi,” ujarnya.

Sementara, Kepala BRSDM, Prof. Ir. Sjarief Widjaja, mengatakan, hubungan diplomatik dan ekonomi antara Indonesia dan Malaysia telah berjalan dengan baik. Karena itu dia berharap hubungan bilateral yang baik ini dapat terus berlanjut.

Sjraif Widjaja kepada Menetr Dato’ Salahuddin memparkan tentang perkembangan kondisi perikanan serta kebijakan dan strategi pembangunan kelautan, stok ikan Indonesia saat ini meningkat di angka 12,54 juta ton di tahun 2017, peningkatan pada konsumsi ikan per kapita dari 33,89 kilogram per kapita di tahun 2012 menjadi 46,49 kilogram per kapita di tahun 2017, serta kenaikan Produk Domestik Bruto (PDB) yang selalu berada di atas PDB Nasional sejak tahun 2014.

”Hal tersebut merupakan hasil positif dari upaya Indonesia dalam memberantas Illegall, unreported, unregulated (IUU) fishing. Untuk itu kerja sama bilateral bidang kelautan dan perikanan perlu semakin diperkuat antara Indonesia dan Malaysia,” ucap Sjarief Widjaja.

Sjarief juga mengatakan bahwa Kementerian Kelautan dan Perikanan memiliki 3 pilar misi utama yaitu kedaulatan (sovereignity), keberlanjutan (sustainability), dan kesejahteraan (prosperity).

”Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan telah berupaya mewujudkan pilar Kesejahteraan (Prosperity) melalui inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi serta pengembangan sumber daya manusia kelautan dan perikanan.

Kata dia, penyiapan sumber daya manusia yang ahli dan kompeten, serta meningkatkan penguasaan teknologi di bidang kelautan dan perikanan merupakan suatu cara dalam meningkatkan nilai tambah sumber daya alam yang ada,” kata Sjarief Widjaja.

Kepala BRSDM dalam kesempatan ini juga mengungkapkan pentingnya pengembangan kapasitas sumber daya manusia. Berkaitan dengan hal tersebut, kerja sama pengembangan sumber daya manusia Indonesia dan Malaysia sebenarnya telah memiliki pengalaman cukup panjang, baik melalui pendidikan, pelatihan, maupun pertukaran tenaga ahli.

“Kerja sama peningkatan kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia ini akan menjadi semakin penting dalam menghadapai tantangan dan meraih peluang investasi di bidang kelautan dan perikanan,” tandas Sjarief. (cha/frs)

Foto Balieditor.com-cha: Menteri Pertanian dan Industri Asas Tani Malaysia, Dato’ Salahuddin Bin Ayub mengunjungi BBRBLPP,Gondol untuk belajar soal pembenihan hatchrery terutama ikan krapu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *