Misteri Tengkorak di Tegalenga Mulai Terungkap

Foto Dok Balieditor.com: Tengkorak yang ditermukan di kebun kakao

BALIEDITOR.COM – Masih ingat penemuan tengkorak manusia di kebun di Tegalenga? Ya, misteri itu mulai terkuak.

Pelan namun pasti, polisi mulai menguak misteri tengkorak dan tulang-tulang manusia di kebun kakao milik PT Mayora, Banjar Dinas Tegalenga, Desa Kalisada, Kecamatan Seririt, Buleleng, Bali, Sabtu (6/7/2019) lalu.

Saat ditemukan sebagian terbungkus karung plastik namun dalam keadaan tidak utuh. Setelah terima laporan polisi bekerja cepat dengan berusaha mengungkap identitas tengkorak untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.Sebagian potongan tengkorak diambil untuk dilakukan tes DNA di Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Bali. Setelah cukup lama,hasil labfor mengidentifikasi bahwa tengkorak tersebut berjenis kelamin perempuan.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Seririt Kompol Made Uder membenarkan, pihaknya telah menerima hasil uji sampel dari labfor Polda Bali untuk mengetahui asal usul tengkorak yang ditemukan di Desa Kalisada belum lama ini.

”Ya, kami memang baru menerima hasilnya dan untuk sementara dapat dipastikan tengkorak manusai yang ditemukan itu berjenis kelamin perempuan,” terang Kompol Made Uder, Rabu (21/8/2019) seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno.

Kata Uder, temuan itu menghasilkan titik terang untuk mengungkap lebih jauh identitas tengkorak perempuan itu.Terutama untuk mengurai satu persatu adanya laporan kehilangan anggota keluarga dari masyarakat. Kompol Uder mengatakan, pasca identitas terungkap, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan beberapa Polsek terkait laporan kehilangan. Salah satunya,lanjut dia,adanya laporan orang hilang di Polsek Celukan Bawang.

“Adanya informasi orang hilang di Celukan Bawang akan kami dalami termasuk melakukan koordinasi dengan Polsek Celukan Bawang.Dari laporan itu akan coba kami kembangkan,” imbuhnya.

Menurut Uder, hasil labfor itu akan memudahkan pihaknya melakukan penyelidikan lebih jauh untuk mengungkap identitas tengkorak yang ditemukan teronggok di kebun yang digarap oleh Nyoman Bagiarta itu. Uder berharap pihaknya segera bisa mengungkap kasus tersebut dalam waktu dekat. ”Kita sudah tempuh secara skala dan niskala mudah-mudahan bisa terungap dalam waktu dekat,” tandasnya.

Sebelumnya, satuan polisi dari Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Bali,telah bekerja dengan mengambil bagian tersisa dari tengkorak.Tim Labfor melakukan uji kimia terhadap potongan tulang,ada potongan rambut yang diduga terkait dengan tengkorak termasuk sample darah yang menempel dikarung tempat sebagian tulang tengkorak ditemukan.

”Memang ada jeda beberapa waktu namun setelah hasil labfor turun kita akan lakukan proses penyelidikan lebih lanjut,”tandas Uder. (cha/frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *