Musda II DPD LPM Buleleng: Dibuka Bupati Agus, Dirangkaikan dengan Seminar Kewirausahaan

Foto Humas Pemkab Buleleng for Balieditor.com: Bupati Agus bersama anggota DPR RI Gde Sumarjaya Linggih hadir Musda LPM Buleleng

BALIEDITOR.COM – Untuk menjaga kesinambungan jalannya organisasi dan juga memilih pengurus baru, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kabupaten Buleleng, Bali, menggelar Musyawarah Daerah (Musda) II tahun 2018.

Selain itu, Musda ini juga untuk menyusun program kerja untuk tahun 2018-2023. Bukan hanya itu, juga diisi dengan seminar bertajuk “Seminar Kewirausahaan”.

Musda II DPD LPM Kabupaten Buleleng dibuka secara resmi oleh Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, ST, di Gedung Wanita Laksmi Graha, Singaraja, Senin (13/8/2018). Musda II DPD LPM Kabupaten Buleleng ini dirangkaikan dengan seminar kewirausahaan dengan narasumber anggota DPR RI, Gde Sumarjaya Linggih, SE, M.AP dan dari BNI 46. Turut pula hadir anggota DPRD Provinsi Bali, IGK Kresna Budi dan perwakilan DPD LPM Provinsi Bali.

Bupati Agus mengungkapkan dukungannya kepada keberadaan LPM ini. Menurutnya sudah jelas LPM itu bagian dari lembaga yang ada di desa. Ia berharapa LPM bisa memberikan dukungan untuk pemberdayaan desa secara keseluruhan. Baik itu menggali sumber daya alam, sumber daya manusia dan mengembangkannya. Kalau DPD hanya organisasi saja yang memayunginya.

“Saya dukung terus LPM bagaimana LPM bisa mengembangkan serta memberdayakan sumber daya yang ada di desa,” janji Bupati Agus.

Ketua Panitia Musda II DPD LPM Kabupaten Buleleng yang juga Sekretaris DPD LPM Buleleng 2013-2018, Made Wisara menjelaskan seminar kewirausahaan ini dipilih berdasarkan arahan dari DPD LPM Provinsi Bali bagaimana LPM ke depan mampu memberdayakan masyarakat desa dan kelurahan untuk mewujudkan kewirausahaan-kewirausahaan muda.

Diharapkan wirausaha muda ini ikut mendorong pemberdayaan ekonomi sehingga dirasakan oleh masyarakat. “Kita perlu mencetak wirausaha muda di desa dan kelurahan untuk mendorong perekonomian. Komoditas-komoditas ekonomi juga perlu ditingkatkan. Sehingga kita rangkaikan Musda ini dengan seminar kewirausahaan,” jelasnya.

Untuk saat ini, kewirausahaan dianggap perlu untuk membangun perekonomian. Ketika Pemkab Buleleng sedang mengusahakan shortcut dan nantinya terwujud, bagaimana ke depan wisatawan-wisatawan betul-betul datang ke Buleleng dan menikmati Daerah Tujuan Wisata (DTW) di Buleleng.

Karenanya, LPM yang bertugas dan bergerak untuk pemberdayaan ekonomi. “LPM yang akan bergerak dan harus dimanfaatkan sesuai UU No. 6 tahun 2014 tentang desa,” ujar Wisara. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *