Musrenbang Banjar: Usulan Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Jadi Mayoritas

Foto Humas Pemkab Buleleng for Balieditor.com: Asisten III Setkab Gede Suyasa membuka Musrenbang Kecamatan Banjar

BALIEDITOR.COM – Berbagai usulan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, tahun 2019 yang datang dari perbekel mengemuka. Pemberdayaan masyarakat menjadi usulan yang lebih banyak datang dari mayoritas para perbekel.

Humas Pemkab Buleleng melansir, hal tersebut diungkapkan Camat Banjar, Ketut Darmawan, SmSp saat ditemui usai membuka Musrenbang Kecamatan Banjar di Wantilan Desa Adat Banjar, Kecamatan Banjar, pada kamis (14/2/2019).

Darmawan menjelaskan, usulan fisik maupun non fisik tetap disampaikan oleh desa. Namun pada saat ini, lanjut dia, lebih banyak diusulkan dalam bidang pemberdayaan masyarakat. Banyak penyelenggaraan pelatihan-pelatihan yang diusulkan pihak desa kepada masing-masing satuan kerja perangkat daerah (SKPD) sehingga bisa mewujudkan usaha-usaha rumah tangga. Sehingga ibu-ibu beserta kelompoknya bisa membantu keluarga agar tercapai kesejahteraan. “Ini banyak diusulkan oleh ibu-ibu PKK,” jelasnya.

Selain pemberdayaan masyarakat, sebut dia, masih juga terdapat beberapa usulan fisik dari para perbekel. Usulan fisik tersebut seperti pengaspalan jalan. Pengaspalan jalan yang menjadi usulan seperti jalan Cempaga-Corot. Diharapkan usulan pengaspalan jalan tersebut bisa masuk agar hasil pertanian dari Cempaga yang melewati Corot bisa didistribusikan ke pasar ataupun para pedagang. “Distribusi hasil pertanian agar lebih lancar,” ujar Darmawan.

Darmawan menyebutkan bahwa ada pola yang sedikit berbeda pada Musrenbang tahun ini. Seperti sebelum-sebelumnya para perbekel banyak membawa usulan, namun pada tahun ini paling banyak dua atau tiga usulan pada masing-masing bidang. Hal tersebut dikarenakan tim dari kecamatan sudah turun sebelumnya ke desa-desa. “Untuk mencari dan memverifikasi skala prioritas dalam rangka pembangunan tahun 2020,” sebutnya.

Sementara itu, Asisten Bidang Administrasi Umum Setkab Buleleng Drs. Gede Suyasa, M.Pd, mewakili Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana,ST menyampaikan bahwa pada pembahasan Musrenbang kecamatan ini sebagai upaya penjaringan usulan dari masing-masing desa agar dapat terakomodir sebagai bentuk aspirasi dari masyarakat.

“Kita berharap hasil Musrenbang kecamatan ini bisa menghasilkan suatu usulan program yang bisa kita laksanakan dan berdampak pada percepatan perekonomian maupun target-target dan manfaat dari pembangunan itu sendiri,” pungkas Suyasa yang mantan Kadisdikpora itu. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *