Narkoba: Pesta Sabu di Kerobokan, Mahasiswa Ditangkap Polisi

Foto Balieditor.com-frs: Kasatres Narkoba Adnyana TJ sedang memperlihatkan BB dan tersangka

Foto Balieditor.com-frs: Kasatres Narkoba Adnyana TJ sedang memperlihatkan BB dan tersangka

BALIEDITOR.COM – Satres Narkoba Polres Buleleng, Bali, kembali menangkap anggota jaringan mafia Narkoba Kota Singaraja. Kali ini polisi menangkap anggota jaringan mafia Narkoba dari kalangan intelektual.

Adalah Ketut Andri Sukrawan alias Andre, 24, mahasiswa sebuah perguruan tinggi di Buleleng yang dibekuk Tim Buser Satres Narkoba Buleleng.

Andre yang beralamat di Jalan Pulau Bintan, Kelurahan Penarukan, Singaraja itu dibekuk di sebuah penginapan di Jalan Pantai Kerobokan, Desa Kerobokan, Kecamatan Sawan, Selasa (29/8/2017) malam sekitar pukul 21.30 wita.

“Kita mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada seseorang mau pesta narkoba di sebuah penginapan di jalan raya Kerobokan. Kita langsung mengintai dan saat itu tersangka melintas di depan penginapan itu dan kita mencurigainya,” ujar Kasatres Narkoba Polres Buleleng, AKP Ketut Adnyana TJ, S.Sos, SH, dalam jumpa pers di Press Room Mapolres Buleleng di Jalan Pramuka No.1 Singaraja, Senin (4/9/2017) siang.

Baca Juga:  Jadi Napi Senjata Rakitan, Baru 3 Bulan Keluar, Ajik Tersangkut Narkoba

Kemudian, kata Adnyana TJ, polisi pun langsung menggerebek tersangka yang sudah berada di dalam sebuah kamar di penginapan tersebut. “Saat digeledah ditemukan satu potong pipet warna biru didalamnya terdapat plastic plip yang berisikan butiran Kristal bening yang diduga sabu,” jelasnya.

Selain itu, polisi juga menemukan barang bukti lainnya berupa kantong plastic warna putih bertulisan Alfamart yang di dalamnya terdapat satu buah alat hisap sabu (bong), korek api gas. “Tabung kaca yang sedang dipegang tangan kiri terlapor serta ditemuakan satu unit handphone merek Nexcom warna putih di saku celana sebelah kiri,” papar Adnyana TJ.

Baca Juga:  (2-Habis) BNNK Buleleng in Action: DPRD Ingin Dilakukan Tes Urine, Eksekutif Membisu

Kasat Adnyana TJ memaparkan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap tersangka, barang haram sebesar 0.10 gram bruto atau 0.04 gram netto itu dibeli dari seseorang berinisial L asal Desa Sangsit, Kecamatan Sawan. “Sementara teman yang mau diajak pesta sabu di penginapan tidak diketahui identitasnya karena belum datang saat digerebek,” tambahnya lagi.

Andre yang juga seorang karyawan di sebuah RS swasta di Kota Singaraja itu dijerat dengan pasal 112 ayat (1) UU RI No.35 Tahun 20109 tentang Narkotika. “Ancaman hukuman paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun dan denda paling sedikit Rp 800 juta, paling banyak Rp 8 miliar,” pungkasnya. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *