Narkoba: “Alumni” LP Singaraja Kembali Dibekuk Polisi

Foto Balieditor.com-ngr: Dua tersangka Narkoba (berpakaian tahanan oranye) diperlihatkan kepada wartawan

BALIEDITOR.COM – Ini fenomena baru di kalangan mafia Narkoba. Semakin sering ditangkap polisi dan dipenjarakan bukannya takut dan bertobat, tetapi malah kita menjadi-jadi aksinya.

Seperti seorang residivist bernama Putu Selamat Riyadi alias Jantuk, 42.

Warga Banjar Dinas Celagi, Desa Tejakula, Kecamatan Tejakula, Buleleng, Bali, yang sebelumnya “dikuliahkan” di LP Kelas IIB Singaraja karena kasus Narkoba kembali ditangkap polisi karena terbukti memiliki dua paket sabu-sabu dengan berat 0,09 gram.

Kasatres Narkoba Polres Buleleng AKP Ketut Suparta didampingi Kasubbaghumas Polres Buleleng Iptu Gede Sumarjaya di press room Polres Buleleng di Jalan Pramuka No 1 Singaraja, Bali, menjelaskan, tersangka Jantuk diamankan oleh Satres Narkoba Polres Buleleng, pada Sabtu (27/4/2019) sekitar pukul 19.30 wita di pinggir jalan raya Desa Bondalem.

Saat digledah, kata dia, polisi berhasil menemukan dua paket sabu-sabu dari tersangka Jantuk yang ditaruh dalam bungkusan rokok.

Suparta mengatakan, berdasarkan keterangan tersangka Jantuk, barang haram itu dibeli dari seorang pengedar berinisial G warga asal Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, yang saat ini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

“Sekarang seseorang yang insial G masih kami kejar,” kata AKP. Suparta, Rabu (8/5/2019) siang.

Selain Jantuk, Satres Narkoba Polres Buleleng juga menciduk seorang pengguna sabu-sabu bernama Wayan Sudarma alias Mang Dek, 42, warga Banjar Dinas Segara, Desa Giri Emas, Kecamatan Sawan, Buleleng, pada Rabu (1/5/2019) sekitar pukul 17.30 wita.

Tersangka Mang Dek dibekuk polisi, usai kedapatan membeli satu paket sabu-sabu dari seorang pengedar berinisial Dek Su.

Dijelaskan Suparta, tersangka Mang Dek ditangkap di wilayah Banjar Dinas Labuan Aji, Desa Temukus. Dari tangan tersangka Mang Dek, polisi menyita satu paket sabu-sabu seberat 0,27 gram.

“Ada dua masuk DPO yang masih kami kejar.¬† Kedua pelaku ini lain jaringan. Semetara kedua pelaku kami amankan karena menguasai, tapi akan kami kembangkan lagi l mereka berperan sebagai pengedar atau pengguna,” pungkas Suparta.

Sementara itu Jantuk mengaku, mendapatkan barang haram tersebut dari seseorang yang ia beli di wilayah arena judi tajen.

“Beli dari seseorang, mau saya pakai sendiri karena frustasi soalnya ada masalah dikeluarga,” tutur tersangka Jantuk yang sebelumnya pernah ditangkap tahun 2015 lalu atas kasus narkoba dan bebas tahun 2016 lalu.

Kedua tersangka Jantuk dan Mang Dek dijerat dengan pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2019 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman pidana paling lama 12 tahun penjara serta denda paling banyak Rp 8 miliar. (ngr/frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *