Narkoba India: Tirtawan Desak Kapolresta Buka Identitas Pemesan di Buleleng

Foto Dok Balieditor.com: Nyoman Tirtawan minta Kapolresta Ruddi buka-bukaan saja idetntitas pemesan Narkoba di Buleleng

BALIEDITOR.COM – Bola panas yang digelinding Kapolresta Denpasar Kombespol Ruddi Setiawan tentang pemesan Narkoba di Buleleng, membuat publik Bali Utara bertanya-tanya.

Berbagai tanggapan dan komentar bermunculan tentang siapa sebenarnya sang pesan 3 kg Narkoba di Buleleng sebagaimana dimaksud Kapolresta Ruddi dalam keterangan pers dua hari lalu itu.

Tokoh masyarakat Buleleng Nyoman Tritawan juga mereaksi keras misteri pemesan Narkoba di Buleleng.

Politisi NasDem itu mendesak Kapolresta dan jajarannya buka-bukaan saja figur pemesan barang haram itu.

“Saya sebagai orang Buleleng, saya tersinggung. Karena Kapolresta menyebut Buleleng tetapi justru menyembunyikan identitas pemesan Narkoba Buleleng. Pak Kapolresta buka-bukaan saja, transparan saja, sebut saja siapa pemesan Narkoba dalam jumlah besar itu. Jangan main teka-teki, sebut saja siapa pemesan Narkoba di Buleleng itu,” tandas mantan vokalis DPRD Bali periose 2014-2019 itu.

Tirtawan yakni bahwa Kapolresta dan Kasatres Narkota AKP Mickhael Hutarat tahu pemesan di Buleleng itu. Makanya Tirtawan mendesak Kapolresta Ruddi dan jajaran jangan bermain opini untuk melindungi pemesan Narkoba 3 kg yang disuplai dua tersangka dari India Manjet Singh, 23, dan Harvinder Singh, 26.

“Pak Kapolresta dan jajarannya sudah tahu siapa pemesan Narkoba di Buleleng, tapi sengaja bermain opini untuk membuat kabur identitas pemesan. Pasti ada orang yang pesan, nggak mungkin barang dikirim nggak ada orang yang pesan. Apakah orang India di Buleleng atau orang lokal Buleleng. Yang pasti pemesannya orang penting dan berduit karena nilainya miliaran rupiah,” tandas Tirtawan.

“Orang India mau bawa 3 kg sabu ke Buleleng dan orang India yg ada di Buleleng selain DR Somvir siapa lagi? Polisi sudah pasti tahu kepada siapa 3 kg sabu akan dikirim,” ungkap Tirtawan lagi.

Tanggapan keras juga disampaikan aktivis LSM Forum Peduli Masyarakat Kecil (FPMK) Buleleng, Gede Suardana, S.Farm.

Senada dengan Tirtawan, Suardana juga meminta Kapolresta Denpasar Ruddi dan jajarannya harus berani menyebut nama pemesan Narkoba dalam jumlah jumbo di Buleleng.

“Sebaiknya dibuka saja pemesan Narkoba di Buleleng. Nggak usah bermain teka-tekilah,” desak Suardana terpisah.

Ia juga meminta para pelaku baik pengirim dari India dan pemesan di Buleleng harus dihukum seberat-beratnya karena merusak masa depan generasi muda bangsa ini. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *