Narkoba: Petinggi Bali dan Petinggi NasDem Bali Diminta Tes Urine dan Rambut

Foto Dok Balieditor.com: Made Teja, Ketua DPC Partai NasDem Kecamatan Sukasada

BALIEDITOR.COM – Masuknya berkilo-kilo Narkoba masuk di Bali dan Buleleng seperti yang dibawa dua warga India, membuat tokoh masyarakat Buleleng waswas. Termasuk politisi dari Partai NasDem Buleleng yang sangat khawatir akan kondisi tersebut.

Ketua DPC Partai NasDem Made Teja, S.Sos, adalah salah satu tokoh dan politisi asal Buleleng yang sangat khawatir Bali dan Buleleng menjadi ladang transaksi Narkoba dan menjadi tujuan peredaran mafia Narkoba internasional.

Oleh karena itu Teja mendesak semua pihak harus bersih diri terutama pada pejabat top di Bali seperti Gubernur, Bupati dan Wakilkota, para Ketua DPRD serta para petinggi partai. Mereka harus mau dites urine dan rambutnya sebagai bukti mereka sebagai pejabat bersih dari Narkoba sehingga layak berteriak perangi Narkoba di Pulau Dewata ini.

“Untuk mẹnjadikan Bali Bersih tidak mungkin berhasil jika hanya dengan peraturan, ritual atau ‘pencitraan’ saja. Butuh eksekusi atau pelaksanaan dengan konsep dan sistem yg dilaksanakan secara konsisten dengan organ-organ yg kongkrit dari hulu sampai hilir,” ucap Teja kepada Balieditor.com, Minggu (8/9/2019).

Untuk itu, ia mendesak seluruh jajaran Partai NasDem di Bali baik yang duduk di struktur partai, anggota DPRD, maupun kader, harus memberi contoh kepada masyarakat dan parpol lain dengan mengikuti tes urine dan tes rambut.

“Ada baiknya semua struktur Partai NasDem tes urin dan rambut untuk membuktikan sebagai orang clean and clear, bermoral dan bermental bersih. Tidak sbg pengguna narkoba,” desak Teja.

Teja menegaskan bahwa sebagai parpol yang menggelorakan semangat restorasi kepada masyarakat selama ini, maka sudah selayaknya Partai NasDem di semua tingkatan di Bali harus tes rambut dan tes urine untuk membuktikan bahwa Partai NasDem bebas dan bersih dari Naskoba.

“Sebagai partai yang menggelorakan semangat restorasi menyerukan kepada publik dan Partai NasDem di semua tingkatan seluruh Bali harus menjalani tes rambut dan tes urine. Biar tahu NasDem bersih dari Narkoba dan menjadi contoh bagi partai lain,” tandas Teja lagi.

Ia memberi contoh bagaimana Narkoba telah merusak semua kalangan di Republik ini dengan menjerumuskan pejabat-pejabat tinggi negara. “Karena Narkoba merusak akal sehat atau otak manusia, menghancurkan nalar dan logika manusia maka sangat urgent direstorasi dari para politisi. Bagaimana bangsa kita bisa maju jika kualitas otak dan mental sudah rúsak! Pimpinan MK Akil Mochtar sebagai pengawal dan penegak hukum saja terbukti sebagai pengguna Narkoba yang berimplikasi dengan jual-beli putusan,” ucap Teja.

“Itulah yang terjadi sekarang di NasDem Bali. Partai NasDem Bali tidak pernah mempetanggungjawabkan laporan keuangan partai selama 7 tahun. Berapa uang masuk baik dari induk partai dan kader partai serta tidak ada sedikitpun tranparansi terhadap keuangan partai,” sambungnya lagi.

Teja juga mengemukakan bahwa pembentukan karakter harus dilakukan sejak usia dini, sejak anak-anak masuk dunia pendidikan. “Pemerintah harus masukan kurikulum lingkungan ke setiap elemen pendidikan dari TK – SLTA. Cuci otak peserta didik dengan memberi komparasi lingkungan negara maju yang bersih, masyarakatnya sehat dan bisa produktif serta lingkungannya indah karena bersih,” bebernya.

Jika lingkungan indah, kata dia, maka banyak orang yg mengunjunginya (pariwisata). Ia memberi contoh Inggris jumlah wisatawannya 70 juta, padahal penduduknya 65 juta. Sedangkan Indonesia wisatawannya cuma di bawah 20 juta dengan penduduk 250 juta.

“Bayangkan jika wisatawan Indonesia 125 juta? Maka Devisa Negara bisa sebesar Rp 1.500 triliun lebih. Namun karena lingkungan kotor dan jorok berimplikasi pada kesehatan dan rentan sakit-sakitan. Yang kaya jadi miskin jika sakit-sakitan dan yg miskin cepat mati bila sakit-sakitan karena tidak bisa berobat,” urainya.

Lalu apa yang harus dilakukan pemerintah? “Maka Pemerintah harus membangun konstruksi pembentukan karakter dari dasar/usia dini. Bayangkan jutaan siswa Bali bersihkan Bali tiap hari Sabtu? Berapa sampah bisa dipungut dan dibawa ketempat sampah? Karakter generasi terbentuk dengan kokoh sẹjak awal, tidak bisa orang-orang tua yang tidak terbentuk kảrakternya bisa peduli lingkungan. Sampah satu lembarpun gak boleh di jalanan, pinggir jalan, sungai apalagi di laut. Kapan Bali bersih, saat itu Bali maju,” papar Teja. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *