Nengah Bangkit: “Saya Selamat Karena Pindahkan Batu Keluar”

oto Balieditor.com-ngr: Proses melakukan evakuasi korban

oto Balieditor.com-ngr: Proses melakukan evakuasi korban

BALIEDITOR.COM – “Saya selamat, karena saat itu saya sedang memikul batu pilah dipindahkan keluar, setelah baru keluar dari tempat pencarian batu pilah ada dua meter, batu tebing diatas langsung longsor,” ungkap Nengah Bangkit, salah satu penambang batu pilah yang selamat dari musibat tebing runtuh di Desa Pacung, Kecamatan Tejakula, Buleleng, Bali, Minggu (3/9/2017) sore.

Bangkir menceritakan bahwa Sutarsana tewas di lokasi saat terjadi longsor, karena terjepit bebatuan besar dan membuat badannya remuk mulai dari dada hingga kaki. Warga pun masih berupaya untuk bisa mengeluarkan korban yang masih hidup dan korban yang meninggal dunia, melibatkan petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng.

Baca Juga:  Pasang Pipa di Laut, Nelayan Asal Situbondo Tewas

Bahkan untuk mengevakuasi korban, batu-batu yang menimbun pun harus dipotong, agar memudahkan petugas BPBD dan warga mengeluarkan korban dari dalam timbunan longsor.

“Kendala itu batu besar dan batu pilah banyak. Sekarang yang mati itu, kemungkinan nanti jam 12 malam baru bisa karena posisi korban dibawah dan terjepit dari dada ke bawah,” ujar Nengah Wastima, salah seorang warga setempat ikut mengevakuasi korban.

Sementara Sekretaris BPBD Buleleng, Ketut Susila mengatakan, medan di lokasi longsor memang cukup berat. Sehingga,i BPBD Buleleng tidak bisa memasukan alat berat ke lokasi longsor, yang akhirnya membuat proses evakuasi terkendala. Karena kendala itu, kata dia, BPBD Buleleng langsung menghubungi Basarnas karena lokasi longsor ada korban jiwa.

Baca Juga:  Lakalantas: Adu Jangkrik, Agus Endra dari Cempaga Tewas di RS Parama Sidhi

“Kondisi tebing tinggi dan medannya berat. Kami sudah mengevakuasi yang selamat, sekarang sudah dibawa ke rumah sakit. Yang satu warga meninggal masih menunggu hasil survey dan kajian Basarnas. Basarnas sudah kesini, hari ini bisa dievakuasi tapi tergantung hasil kajian dari Basarnas. Sekarang ini, kami masih berupaya mengevakuasi korban yang meninggal,” jelas Susila.

Hingga saat ini, korban Kardiasa yang kondisinya masih hidup usai tertimbun batu sudah berhasil dievakuasi dan selanjutnya dibawa ke RSUD Buleleng untuk mendapatkan perawatan medis karena mengalami patah tulang dan luka luka. Sedangkan korban yang meninggal dunia masih dievakuasi bersama BNPB, anggota Polsek Tejakula dan dibantu warga setempat. (ngr/frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *