Ngulah Pati: Ribut Sama Istri, Ketua LPD Munduk Kunci Gantung Diri

Foto Humas Polres Buleleng: Di sinilah korban Semadi gantung diri

BALIEDITOR.COM – Awal tahun 2020 mulai diwarnai dengan perbuatan ngulah pati. Kali ini terjadi di Desa Tegallinggah, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali.

Adalah Made Semadi, 36, Ketua LPD Desa Pakraman Muncuk Kunci, Desa Tegallinggah, yang mengawali kisah kelabu nan kelam di awal tahun 2020 ini.

Informasi dari Polres Buleleng menyebutkan bahwa korban Semadi ditemukan sudah tergantung di kusen pintu dapur Kamis (9/1/2020) dinihari sekitar pukl 05.00 wita. Dan korban Semadi sudah tidak bernyawa saat ditemukan saksi. Para saksi adalah Gede Sukarada, 55, dan Ketut Kasih, 54.

Disinyalir korban Semadi nekad mengakhiri hidupnya setelah sehari sebelumnya sempat ribut dengan istrinya Komang Endik Indrayani yang mengakibatkan istrinya membawa anak-anak minggat ke rumah orangtuanya.

Baca Juga:  Berbekal Rekaman CCTV, Maling Helm Dibekuk Polisi

“Korban gantung diri diduga akibat terjadinya permasalah dalam keluarga dimana sebelum kejadian yakni pada hari Rabu 8 Januari 2020 korban sempat bertengkar dengan istrinya yang kemudian istri korban, Komang Endik Indrayani, membawa anak anaknya pergi dari rumah suaminya atau pulang ke rumah orangtuanya,” jelas Kasubbaghumas Polres Buleleng Iptu Gede Sumarjaya, SH.

Bagaimana kronologis peristiwanya? Kasubbaghumas Sumarjaya menceritakan korban ditemukan para saksi Kamis (9/1/2020) sekitar pukul 05.00 wita sudah dalam keadaan tergantung pada kusen pintu dapur rumah milik korban menggunakan selendang warna putih.

Baca Juga:  Danramil Sawan Obrak-Abrik Judi Cap Jiki di Cafe Sampurna Bungkulan

“Kemudian saksi meminta bantuan kepada warga sekitar dan bersama-sama warga lainnya saksipun menurunkan korban dan karena keadaan korban masih lemas selanjutnya korban dibawa ke RSU Paramasidhi untuk mendapat pertolongan,” jelasnya.

Sayang, nyawa korban tidak bisa diselamatkan. Karena setelah diperiksa dokter, korban dinyatakan telah meninggal dunia. ”Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dr Zakaria, dinyatakan korban sudah meninggal dunia,” sambung Sumarjaya lagi.

Hasil pemeriksaan dr Zakaria menyebutkan tidak ditemuakn tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun ditemukan bekar jeratan atau ikatan pada leher, dan keluar cairan ejakulasi pada alat kelamin korban.

“Keluarga korban menolak dilakukan otopsi. Pihak keluarga korban menerima dengan iklas sebagai suatu musibah,” ucap Sumarjaya. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *