Nyok Tak Komentar, Hanya Kirim KTA NasDem ke Balieditor.com

KTA NasDem atas nama Ketut Suartika

BALIEDITOR.COM – Tampaknya Ketut Suartika alias Nyok.yang membawa-bawa nama KPK namun aktif di politik praktis dengan menghadiri Kongres II atai Rakernas Partai NasDem di Jakarta, mulai megcopy paste (copas) sikap politisi NasDem Bali yang kini jad DPRD Bali asal I dia, DR Somvir.

Strategi “diam” ala Somvir waktu diterpa berbagai isu dipakai Nyok dalam menghadapi serangan kader NasDem Buleleng terhadap dirinya.

Ini terbukti saat dikonfirmasi Balieditor.com, Nyok tidak memberikan penjelasan. Setelah sempat miscall Balieditor.com, Nyok hanya mengirim KTA NasDem atas nama dirinya via WA ke Balieditor.com.

Dalam KTA NasDem itu tertera kata ANGGOTA dengan huruf kapital semua di bagian bawah sebelah kanan.

Dari bagian atas berturut-turut ke bawah tercantum nomor KTA yakni 2000 0031 5543. Di bawah nomor tertera nama Ketut Suartika.

Di bawah nama terulis tempat tanggal lahir, Singaraja, 03 Juli 1967. Di bawah tempat tanggal lahir dicantumkan alamat yakni Jalan Pipit Gang I No 27 LK ANYAR SEL.

Baca Juga:  Pilgub Bali 2018: Tim Media Center Mantra-Kerta Sosialisadi Nawacandra ke Pasar Banyuasri

Di bawahnya lagi tertera nama kabupaten yakni Kabupaten Buleleng.

Tiga belas menit kemudian, Nyok mengirim pesan via WA kepada Balieditor.com yang berbunyi, “Nanti di Singaraja saja saya klarifikasi bos.suksma.”

Seperti diberitakan Balieditor sebelumnya, para kader Partai NasDem dibuat kaget, ketika ada seseorang mengaku senagai KPK tapi ikut Rakernas atau Kongres II Partai NasDem di Jakarta, Sabtu (9/11/2019).

Oknum yang mengaku KPK itu ternyata Ketut Suartika alias Nyok asal Kelurahan Kampung Anyar, Singaraja, Bali.

Kehadiran Nyok yang mantan anggota Fraksi PDIP Buleleng yang membawa-bawa nama KPK di Kongres Partai NasDem di Jakarta direaksi keras kader NasDem dari Buleleng, Bali.

“Ada oknum yang mengaku KPK ….dan berlagak KPK …ternyata cuma LSM KPK …tetapi dia aktif di salah satu partai politik yaitu NasDem,” kritik Made Teja, Ketua DPC NasDem Kecamatam Sukasada, Buleleng, Bali, melalui WhatsApp (WA) kepada Balieditor.com, Minggu (10/11/2019) siang.

Baca Juga:  Pilgub Bali 2018: Dorong Jadi Calon Independen, NasDem Cari KTP untuk Rai Mantra

Kata Teja, “Mengingat betapa pentingnya penegakan hukum, nama KPK tidak boleh dicobak-cabik.”

Teja dan para kader NasDem lainnya mengingatkan aparatur negara untuk siaga satu menghadapi organisasi bodong yang membodohi masyarakat.

“Kami mengingatkan kepada aparatur negara siaga satu hadapai hal-hal bodong membodohi masyarakat,” tegas Teja, yang juga Ketua DPD LPM Buleleng itu.

Diungkapkan Teja, KPK yang dikenal masyarakat Indonesia adalah Komisi Pemberantasan Korupsi yang didirikan atas dasar UU dan bukan berbentuk LSM. Maka itu, kata dia, ada organisasi atau oknum yang mencatut nama lembaga resmi yang didirikan berdasarkan UU nama organisasi maupun oknum yang mencatut nama lembaga resmi harus ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku.

“Namanya KPK harus bersih dari kepentingan politik, tidak memihak golongan apalagi kongkalikong. Rakyat sudah cukup menderita . Ini harus ada pengawasan terhadap oknum KPK bodong,” tegas Teja.

Teja menegaskan, “Ini ngaku KPK, KPK kok aktif di politik..,” pungkas Teja. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *