OTT Pungli: Sembilan Pelaku Pungli Di-OTT di Buleleng, Terbanyak di Gerokgak

Foto Balieditor.com-frs: Inilah pelaku Pungli yang di-OTT polisi

BALIEDITOR.COM – Aksi punggutan liar (Pungli) di Buleleng, Bali, ternyata cukup marak. Sebagai bukti, dalam bulan Juni 2018, Polres Buleleng dan jajarannya, berhasil meng-OTT-kan sembilan pelaku Pungli.

Menariknya, pengungkapan Pungli ini bukan hanya di satu wilayah hukum di sembilan kecamatan yang ada di Buleleng, tetapi hampir di semua kecamatan di ujung utara Pulau Bali itu.

Seperti di Kecamatan Buleleng terutama di Kota Singaraja, beberapa kawasan atau tempat keramaian menjadi lokasi paling subur Pungli. Di antaranya di Gedung Kesenian I Gde Manik di Jalan Udayana dan di Jalan Pulau Bali tepatnya di depan tempat pembuatan rekomendasi psikologi untuk memperoleh SIM, Kelurahan Kampung Baru.

Tim Saber Polres Buleleng melakukan OTT (operasi tangkap tangan) terhadap Kadek Agus Fendi Saputra alias Nyenget, 27, asal Kelurahan Banjar Tegal, Singaraja. Ia memunggut parkir sepeda motor terhadap pengunjung Gedung Kesenian I Gde Manik tanpa dilengkapi dengan karcis parkir resmi. “Barang buktinya uang pungut parkir Rp 59.000,” ungkap Kapolres Buleleng, AKBP Suratno, SIK, dalam keterangan persnya di Mapolres Buleleng Jalan Pramuka No 1 Singaraja, Rabu (4/7/2018) siang.

Tindakan OTT juga dilakukan oleh unit Reskrim Polsek Singaraja terhadap Putu Manis, 56, yang beralamat di Jalan Pulau Lombok Gang II Kelurahan Kampung Baru.

Baca Juga:  Tabrakan ala Setya Novanto Terjadi Singaraja

Putu Manis di-OTT karena memungut parkir terhadap orang-orang yang akan melakukan pembuatan rekomendasi psikologi untuk memperoleh SIM. Aksi Pungli di Jalan Pulau Bali itu mulai pukul 08.00 sampai dengan pukul 12.00 wita. “Pelaku memungut Rp 1.000 yang tidak dilengkapi karcis parkir resmi,” tambahnya.

Menariknya tukang parkir di Pantai Kerobokan yang dikelola desa adat setempat juga terkena OTT. Adalah Wayan Mara, 56, asal Banjar Dinas Dalem, Dsa Kerobokanm Kecamatan Sawan yang terkena OTT.

Mara terkena OTT unit Reskrim Polsek Sawan pada tanggal 8 Juni 2018 15.30 wiata di areal parkir Pantai Kerobokan. Modusnya sama, pelaku tidak menggunakan karcis parkir resmi dalam memungut uang parkir motor maupun mobil yang masuk ke areal rekreasi itu.

Pada tanggal yang sama yakni 8 Juni 2018 pukul 17.00 wita di Banjar Dinas Taman, Desa Munduk, Kecamatan Banjar, juga dilakukan OTT oleh unit Reskrim Polsek Banjar terhadap Komang Jhonu Suradilaga, 41, asal Banjar Dinas Bulakan, Desa Munduk.

“Pelaku memungut parkir di jalan raya terhadap kendaraan tanpa dilengkapi karcis parkir resmi dan hasilna dipergunakan untuk kepentingan pribadi. Saat itu disita Rp 46.000 hasil pungli,” urai Kapolres Suratno lagi.

Baca Juga:  Bangunan Posyandu "Bergoyang": Warga Pendem Ngadu ke Dewan

Ketut Sugiarta alias Genjing, 60, asal Banjar Dinas Yadnya Kerti, Desa Ularanm Kecamatan Seririt, juga terkena OTT oleh unit Reskrim Polsek Seririt. OTT itu juga dilakukan 8 Juni 2018 pukul 10.30 wita di depan Toko Anita Seririt Jalan R Suprapto Kelurahan Seririt.

Menurut keterangan Kapolres Suratno bahwa pelaku yang sudah kakek-kakek ini memungut parkir terhadap pengunjung toko khususnya pengendara sepeda motor dengan nomina; Rp 1.000 dan mobil sebesar Rp 2.000. Pungutan parkir itu tidak disertai dengan karcis resmi.

Kapolres Suratno, OTT paling banyak di wilayah hukum Polsek Gerokgak. Tiga orang terkena OTT sekaligus di satu TKP. Yaitu Wayan Kartika, 56, asal Banjar Dinas Madan, Desa Musi; Putu Sukerta, 55, Banjar Dinas Madan, Musi; dan I Wayan Sukiada, 53, asal Banjar Dinas Madan, Desa Musi.

Trio “Madan” itu di-OTT tanggal 11 Juni 2018 pukul 06.30 wita di Banjar Dinas Musi, Desa Musi. Sebanyak Rp 69.000 disita dari para pelaku. “Para pelaku memungut parkir terhadap masyarakat khususnya pengendara sepeda motor tanpa dilengkapi dengan karcis parkir resmi,” pungkas Kapolres Suratno. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *