Pancing dengan Film BF, Pekak Leong Bermain Kuda Lumping dengan Gadis ABG

Foto-Foto Balieditor.com-frs: Pekak penikmat gadis ABG

BALIEDITOR.COM – Ternyata pekak (kakek) Putu Suardana alias Leong, 64, cukup lihai menjaring “daun muda” sebagai obat awet mudanya.

Ibarat ABG yang lagi kasmaran, pekak Leong bersenjatakan video porno di handphonenya untuk menjaring mangsanya yang masih bau kencur.

Mangsa yang diincar pekak Leong adalah gadis bau kencur berusia, 12, sebut saja Melati, yang masih tetangganya sendiri. Pekak Leong dan korban Melati adalah warga Banjar Dinas Bada, Desa Mayong, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, Bali.

Kejadian bermain kuda lumping aja pekak Leong itu terjadi rumah korban Melati Jumat (20/12/219) malam sekitar pukul 19.00 wita.

Selasa (14/1/2020) siang, Unit PPA Satreskrim Polres Buleleng menggelar jumpa pers soal aksi amoral yang dilakukan pekak Leong. Tersangka pun diperlihatkan kepada media di Bali Utara itu di Press Room Polres Buleleng Jala Pramuka No 1Singaraja.

Kasat Reskrim Polres Buleleng, AKP Vicky Tri Haryanto, SH, SIK, dalam keterangan persnya menjelaskan bahwa dari hasil pemeriksaan disebutkan bahwa pekak Leong melakukan aksi bejatnya saat korban sedang sendirian di rumah.

“Pelaku datang sambil mengajak korban untuk melakukan hubungan badan layaknya hubungans suami istri. Lalu kejadian itu terjadi,” jelas Vicky didampingi Kasubbaghumas Polres Buleleng Iptu Gede Sumarjaya, SH.

Dipaparkannya, setelah merasa puas, pekak Leong memberikan uang sebesar Rp 150.000 (seratus lima puluhribu rupiah) kepada korban.

Fakta menunjukkan bahwa perbuatan amoral itu bukan baru dilakukan sekali melainkan sudah berulang laki terhadap korban. Bahkan lebih dari duapuluh pelaku dan korban melakukan hubungan suami-istri itu. “Setiap selesai disetubuhi korban selalu diberikan uang mulai dari dari Rp 100.000 hingga Rp 200.000,”urainya.

Menariknya, hubungan khusus antara pelaku dan korban itu terbongkar dari banyaknya uang yang dibawa oleh korban Melati. Laporan orang tua korban Putu Suweca bahwa anak korban Melati yang beruumur 13 tahun, sering membawa uang banyak. Suweca pun menasaran dan menanyakan anaknya Melati tentang asal usul uang tersebut. Nah, dari situ Melati dengan polosnya mengakut uang itu diberikan oleh pekak Leong setelah disetubuhi.

Berdasarkan laporan orang tua korban ke unit PPA Polres Buleleng yang dituangkan dalam bentuk laporan Polisi Nomor :LP/02/I/2020/Bali/Res Bll tanggal 6 Januari 2020 selanjutnya Unit PPA melakukan penyelidikan terhadap laporan Putu Suweca dengan melakukan interview terhadap saksi-saksi yang diduga mengetahui peristiwa persetubuhan yang dilakukan oleh pelaku.

Dari hasil penyelidikan yang dilakukan ditemukan bukti permulaan yang cukup bahwa benar telah terjadi tindak pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur sehingga sejak tanggal 8 Januari 2020 status penyelidikan ditingkatkan ke tahap penyidikan.

Bukti yang cukup didukung dengan adanya visum yang ditemukan pada korban mengalami robekan lama selaput dara dan juga berdasarkan saksi korbanm Melati serta saksi fakta lainnya sebanyak 4 orang saling mendukung bahwa benar terhadap terduga pelaku Putu Leong dapat disangka telah melakukan tindak pidana sehingga pada tanggal 8 Januari 2020 telah mengamankan pelaku dan sejak tanggal 9 januari 2020 dilakukan penahanan terhadap pelaku.

Kasat Vicky menyebutkan bahwa akibat ulah bermain kuda-kudaan dengan anak di bawah umur, maka pekak Leong dijerat pasal 81 UU RI Nomor 35 tahun 2014 dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *