Pantai Penimbangan Singaraja Mulai “Diserbu” Sampah Kiriman

Foto Balieditor.com-ngr: Sampah-sampah berserahkan di Pantai Penimbangan Singaraja

Foto Balieditor.com-ngr: Sampah-sampah berserahkan di Pantai Penimbangan Singaraja

BALIEDITOR.COM – Pantai Penimbangan, Singaraja, Bali, yang menjadi tempat santai masyarakat Kota Singaraja terutama kawula muda, kini berwajah jorok. Ini lantaran pesisir pantai Penimbangan, Desa Baktiseraga, Buleleng, sejak beberapa hari terakhir ini dipenuhi sampah.

Ternyata sampah-sampah itu merupakan sampah kirima. Hasil pemantauan Balieditor.com menyebutkan bahwa sepanjang 1 kilometer di pesisir pantai itu, terlihat sampah-sampah rumah tangga mulai berserakan. Meski volume sampah belum begitu besar, tapi kondisi ini membuat pesisir pantai terlihat jorok.

Para pengunjung pun mengeluhkan kondisi jorok tersebut. Salah seorang pengunjung, Nyoman Soma Jana, 54, mengatakan, kondisi sampah yang berserakan memang mengganggu dirinya dan keluarganya, beraktivitas di Pantai Penimbangan. Namun ia mengaku, tidak mempunyai pilihan lain. Mengingat selama ini, Pantai Penimbangan lokasinya terbilang dekat dari kota.

“Ya takut sih sebenarnya dan sedikit risih ada sampah, takut kena penyakit kulit. Tapi mau bagaimana lagi, anak-anak yang kepingin berenang, lagian pantainya dekat dengan rumah, hanya cuma lima kilometer,” kata Soma Jana, Selasa (5/12/2017).

Soma Jana yang diketahui berprofesi sebagai Kepala Dusun Kelod Kauh, Desa Panji, Kecamatan Sukasada, itu hanya bisa berharap, agar pemerintah segera bisa mengatasi persoalan sampah-sampah tersebut, yang menjadi persoalan setiap tahun. “Ya saya berharap, ada gerakan pemerintah, tidak hanya membersihkan saja. Ini kan sampah kiriman, laut yang kena dampaknya. Jangan sampai sampah yang berasal dari sungai itu lolos ke laut. Tuntaskan sampai ke akar-akarnya,” jelas Soma Jana.

Ketua Nelayan Pantai Penimbangan, Gede Wiadnyana ditemui terpisah mengaku, sampah itu sudah ada sejak dua hari belakangan ini. Sampah itu merupakan kiriman dari arah timur, seperti wilayah Kampung Tinggi, dan Banyuasri.

“Ini sampah kiriman dari wilayah Timur. Disana banyak penduduk, ada pasar juga. Kami bersihkan setiap hari. Sempat kewalahan juga, karena sampah kirimannya datang setiap pagi dan malam hari,” ujar Wiadnyana.

Bahkan, kata Wiadnyana, kondisi ini hampir terjadi setiap tahun, terutama di bulan Desember, saat musim hujan intensitasnya tinggi. Bahkan, sejumlah nelayan bersama dengan petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Buleleng, selalu membersihkan sampah, dan dalam sehari bisa mengumpulkan sampah hingga sebanyak 5 truk.

“Kami dari nelayan dan petugas kebersihan, rajin membersihkan. Apalagi kalau memasuki bulan Desember ini, sampah-sampah itu ngamuk di laut, sekarang masih sedikit, tapi nanti masuk ke pertengahan bulan, banyak. Musim hujan, jadi sampah-sampah itu bukan hanya dari wilayah timur, namun juga dari selatan,” pungkas Wiadnyana. (ngr/frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *